MEMBANTAH PAHAM ATHEIS : Apa buktinya Allah itu adalah Tuhan Semesta ?


0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
  Yes    Muslim    - Jawaban ini sangat Panjang..Mohon dimengerti 😊🌹👌

Bukti-buktinya sesungguhnya telah banyak sobat. Berseliweran dari langit ke bumi. Dari laut ke pantai. Dari kehampaan ke keadaan. Dari ada ke tiada. Dari pikiran ke hati. Dari Kebodohan ke Ilmu. Dari sifat ke perbuatan. Dan dari pertanyaan ke jawaban. Semua itu bermuara pada satu keberadaan. TUHAN.
Namun karena anda bertanya dengan spesifik, yakni nama Allah SWT sendiri. Maka biarkan saya menjawabnya dengan segala keterbatasan diri. Semoga ini mencapai hati sanubari dan kepercayaan hakiki. Insyaallah.
Izinkan saya mengawalinya dengan menyebut,




Bismillahirrahmanirrahim… 🌹🌹
Sobatku, ketahuilah, Allah SWT adalah keberadaan yang hanya menunjukkan eksistensinya melalui petunjuk yang Dia berikan. Petunjuk yang sama yang dipahami oleh Ibrahim ketika dia mencari-cari Tuhan dalam kebingungan. Dan bagaimana caranya Ibrahim menemukan petunjuk itu adalah dengan berpikir. Namun Ibrahim tidak semena-mena kepada pikirannya sobat, tidak ada Su'udzon Kepada Tuhan atas segala nasibnya. Karena sesungguhnya segala nasib adalah rahasia. Sebagai manusia anda perlu berpikir Husnuzhan (positif thinking) dahulu untuk bisa menerima bukti keberadaan-Nya.
ini saya akan menunjukkan sebuah bukti bahwa Allah adalah benar-benar Tuhan. Semoga menjadi hikmah dan pelajaran untuk memperkuat keyakinan.
Namun sobat, bukti ini bukan berisi bukti-bukti ilmiah dan sejarah sebagaimana yang telah kamu ketahui dari kebanyakan orang. Namun yang akan saya paparkan lebih sederhana dari itu.
Bukti saya adalah ALLAH itu sendiri.
Loh? Maksudnya? Sabar sob..😅
Sodara semuslim, bersyukurlah kamu dengan rasa syukur yang sebenarnya. Karena sebenarnya nama Allah begitu ajaib. Kita perlu sesuatu yang ajaib untuk membuktikan kepada seseorang keberadaan Tuhan bukan? Seperti jika di masa lalu Allah mengutus Nabi dan Rasul beserta mukjizat masing-masing sebagai keajaiban bagi kaum yang mengingkari Tuhan. Maka di Zaman sekarang hendaknya kita gunakan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad untuk membuktikan keberadaan Tuhan yang bernama ALLAH. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Al-Qur'an adalah Mukjizat sepanjang zaman, maka sudah sepantasnya kita membuktikan hal tersebut menggunakan Kitab Allah pula.
Tahukah sobat, nama Allah = اَللهُ dalam bahasa arab adalah satu-satunya nama Tuhan di seluruh dunia, yang bagaimanapun anda menghilangkan hurufnya dari nama-Nya, itu adalah perbuatan sia-sia. Believe me. Itu benar-benar sia-sia! Berapa hurufpun anda hilangkan dari Nama-Nya itu hanya akan kembali kepada Diri-Nya. Berapa hurufpun anda hilangkan dari-Nya, hanya akan menunjuk kembali pada Diri-Nya. Setiap anda mencoba menghilangkan-Nya, sesungguhnya dia hanya kembali pada sifat-Nya. Sebuah keajaiban yang tidak bisa dilakukan oleh nama apapun selain Allah.
Wah.. Seperti apa maksudnya ini sob? Sabar.. Oke 😉 Mari kita perhatikan keajaiban itu.
وَاحِدٌ=Satu
Kata Wahid itu sobat artinya satu bukan? Namun itu adalah penunjukan angka yang artinya masih mungkin ada dua. Ada tiga. Ada empat. Dan seterusnya. Itu Wahid. Oke👌Jadi Wahid itu masih mungkin ada lanjutannya.
اِثْنَان=Dua
ثَلَاثَةٌ=Tiga
أَرْبَعَةٌ=Empat
Dan ada Kata Ahad. Ahad disini yang dimaksud bukanlah hari ahad atau hari minggu sobat. Melainkan الأحد , Dalam bahasa arab.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, kata الأحد, berarti ESA atau TUNGGAL.
Bentuk kata ini adalah angka 'Satu' yang mustahil memiliki kelanjutannya. Bentuk kata Al- Ahad ini adalah bahasa tertinggi dalam menunjukkan sifat satu, esa, atau tunggal Sehingga diitsbatkan atau ditetapkan dilarang disematkan pada Makhluk yang lain selain Allah SWT. Tidak boleh disematkan pada siapapun, entah itu Raja atau Ratu. Manusia atau Jin. Benda mati atau benda hidup. Jadi ini khusus untuk menunjuk pada Diri-Nya. Oke 👌 Ini adalah sebuah kata yang menunjukkan bahwa ALLAH itu tidak memiliki apapun yang setara dengannya, tidak memiliki anak ataupun pasangan. Tidak dilahirkan maupun melahirkan. Semua menunjuk pada yang Ke Maha TUNGGAL.
Oke sekarang anda pahamkan kalau الأحد atau Ke-Esaan hanya milik Allah? Nah.. Beginilah kalau ditulis.
اَللهُ =الأحد
Allah = Ahad. (Esa).
Buat apa saya tahu itu? Sabar, sebab nanti aku ingin sedikit ceritakan. 😉
Sekarang coba anda hilangkan huruf hamzah wasalnya dari namanya Allah. اَللهُ
للهُ
Hilang huruf alifnya, sekarang Ini dibaca Lillah. Sodara bukalah Al-Qur'an.
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi (Al Baqarah : 284)
لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali (Al-Baqarah : 156)
لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Milik Allah Tuhan semesta Alam (Yunus : 10)
Kita hilangkan satu huruf dan kembalikan pada Al-Qur'an masih bisa menunjuk pada sosok yang sama. Yakni Allah SWT.
Sekarang kita hapus satu huruf lagi. Lam nya.
لهُ
Hilang Lam, Sekarang sobat ini Dibaca Lahu. Bacalah lagi Al-Qur'an sobat.
لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
Kepunyaan-Nya lah Kerajaan Langit dan Bumi. (Al- Hadid : 57)
لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ
Kepunyaan-Nya yang ada di langit dan di Bumi (Al-Baqarah : 255)
Kita hilangkan satu huruf, masih mampu merujuk pada sosok yang berkuasa atas langit dan bumi. Masih mampu merujuk pada sosok Yang Maha Memiliki. Allah SWT.
Mari kita hilangkan lagi satu huruf. Lam nya lagi.
هُ
Hilang Lam Sekarang hanya terbaca Hu. Teman-teman yang belajar baca tulis Al-Qur'an sewaktu kecil pasti tahu kalau kata Hu itu di Al-Qur'an berasal dari singkatan Huwa, apabila bertemu tanda waqof atau berhenti.( هُوَ Kata Huwa ini, jika tidak diteruskan wajib dibaca Hu. Oke 👍
Jadi ngerti asal katanya Hu?
Semua tulisan Al-Qur'an yang berakhiran هُوَ Huwa, ketika berhenti pasti di baca Hu. Apakah maknanya berubah? Tidak sodaraku, ini hanyalah cara membaca Al-Qur'an. Tidak bisa mengubah makna. Huwa dan Hu itu dasarnya sama. Coba lihat hurufnya هُوَ. Cuma berbeda cara bicaranya ketika hendak berhenti atau melanjutkannya. Oke👍
Kalau berhenti dibaca Hu kalau lanjut dibaca Huwa.
Loh, Tapi inikan هُ . Beda tuh? Ya Allah maksa banget ini orang ya 😅 Udah saya bilang هُ Hu ini itu singkatan di Al-Qur'an asal katanya هُوَ. Dan ini itu termasuk aturan baca. Contoh lain sobat kata لهُ yang sebelumnya.
Kalau berhenti ketemu tanda waqof dibaca Lah.. Bukan Lahu.. لهُ. U nya gak dibaca. Apakah maknanya berubah? Ya enggaklah. dibilangin ini itu cara baca sobat. Tulisannya akan tetap sama tapi Bacanya bisa beda. Ada aturannya dalam membaca Al-Qur'an.
Understand brother? Jadi ngerti ya هُوَ dan هُ itu sama. SAMA! Oke😂👍 Intinya itu.
Makanya dalam Al-Qur'an kalau anda ketemu huruf Huwa dan berhenti ditengah-tengah bacaan, bacanya cuma Hu. Dan bila dilanjutkan, Huwa tadi dibaca lagi.
Kenapa begitu? Alasannya menurut saya bagus banget sobat…
Sebab Allah ingin kamu bila berhenti membaca Al-Qur'an dan ketika bertemu kata yang merujuk pada-Nya kamu senantiasa mengingat Dia sebagai Tuhan. Dan saat kamu melanjutkan membacanya lagi kamupun kembali mengingat Dia juga sebagai Tuhan. Sungguh suatu kaidah bacaan yang indah lagi memuliakan Sang Pencipta, yakni Allah SWT.
Nah, setelah kita hapus huruf-huruf yang menyambung nama Allah. Tersisa Hu= هُ
Bukalah Al-Qur'an sobat.
وَٱتَّقُوهُ ۖ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (Al-Ankabut : 16).
Lihat? Masih nyisa satu huruf saja masih mampu menunjuk pada Zat yang Maha kuasa dan lagi paling berhak disembah.
Buka surah Al-Ikhlas sobat. Biar anda mengerti kenapa saya terangkan masalah tadi.
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa (Al-Ikhlas : 1)
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِۦ وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ
Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin (Al-Anfal : 62)
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ
Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik) (Tha-ha : 8)
Kata Hu dan Huwa masih merujuk pada Zat yang sama. Padahal hanya tersisa satu huruf dari Nama-Nya, Allah. Sebuah hal yang tidak bisa dilakukan oleh bahasa manapun dan nama apapun kecuali Allah. Saking melengkapinya antara Allah dengan Kitab-Nya ini.
Nah.. Hanya tersisa satu hurufpun, Masih sanggup merujuk pada Zat yang sama, sosok yang sama, dan Tuhan yang sama. Bagaimana jika kita hilangkan semuanya?
Maka cobalah hapuskan seluruh huruf dari nama Allah. Hapuskan saja sobat.
Kosong? Sudah kosong? Bersih??
Ketahuilah sobat Sesuatu yang tidak terlihat oleh mata adalah Ghaib. Sesuatu yang tidak nampak itu adalah ghaib. Maka hakikatnya Allah adalah Maha Ghaib.
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. (Al-Baqarah : 3)
فَقُلْ إِنَّمَا ٱلْغَيْبُ لِلَّهِ فَٱنتَظِرُوٓا۟
katakanlah: "Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu (Yunus : 20)
Bahkan setelah anda hapuskan nama-Nya dari seluruh hurufnya, anda hanya mengembalikannya ke sifat Ghaib-Nya. Maka sesungguhnya inilah jawaban bagi siapapun yang bertanya 'Bagaimana jika tak ada yang menyembah Allah?' Maka tak akan ada sedebu rugipun Allah dapatkan dari hal itu. Karena sesungguhnya Dia Maha Ghaib, Maha Kaya, Maha Hidup, dan Maha Tunggal. Kedurhakaan manusia hanya akan membuat Allah melaksanakan janjinya sebagaimana dia janjikan pada umat manusia sebelum mereka lahir.
“Mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al Hadid, 57:8)
Kita percaya bahwa keberadaan kita didunia adalah karena kita telah berjanji kepada Allah. Maka sudah sepatutnya kita melaksanakan janji tersebut. Inilah rantai ujian yang disebut keimanan, sejauh mana kepercayaanmu kepada sesuatu yang bersifat ghaib akan menentukan sejauh mana ketakwaanmu.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Ali Imran : 200)
Hanya orang yang bertakwa yang beruntung sobat. Maka kuatkanlah kesabaranmu didunia yang hanya sebatas menguji janji ini. Janganlah engkau mencari-cari alasan untuk mengingkarinya. Karena akan tiba suatu masa, dimana engkau hanya bisa menyesalinya. Maka sia-sialah hidup di dunia sobat apabila saat itu tiba. Kuncinya adalah Tawakal.
Bagaimana Keajaiban Nama tersebut sobat?
Alhamdulillah keajaiban ini hanya ada didalam Islam. Kalau anda tidak percaya, silahkan anda ambil satu nama Tuhan selain Allah, dan hilangkan satu huruf dari namanya, maka apapun nama tersebut selain Allah tidak akan merujuk pada sosok yang sama. Ambillah satu nama Tuhan selain Allah, hilangkan satu huruf darinya lalu cocokkan kembali ke Kitabnya. Maka tidak akan merujuk pada hal yang sama. Gunakanlah bahasa asli dari kitab tersebut ketika diwahyukan atau diturunkan. Lalu Lakukan metode ini dengan nama Tuhan manapun selain Allah, Insyaallah tidak akan berhasil merujuk pada sosok yang sama seperti Diri-Nya. Inilah yang dimaksud keajaiban nama ALLAH. Ini bukti nyata bahwa Allah telah membuktikan Ke-Esaan Diri-Nya hanya dari nama-Nya. Ini adalah bukti nyata bahwa dia adalah Tuhan satu-satunya, karena hanya dari namanya saja telah mengandung keajaiban. Sebuah tanda Ke-Esaan. Dan bukti tiada mungkin ada tandingan.
Sebut saja sobat siapa-siapa dibumi ini yang sombong mengaku sebagai Tuhan. Dajjal, Fir'aun, Namrud, Iblis, atau Berhala-berhala. Hilangkan satu huruf dari namanya maka tak mungkin merujuk pada sosok yang sama sodara.
Kata BOTOL saja kita hilangkan huruf L saja. Jadi BOTO, anda cari gambarnya justru memunculkan ini.
Baru satu huruf saja sudah mendefinisikan makhluk yang lain.
Anda tahu Uzza? Berhala kaum Quraisy?
Kita hilangkan satu huruf saja jadi Uzz, lihat..
Tidak bisa kembali ke sosok yang sama!
Anda masih tidak percaya nama Allah tersebut mengandung Keajaiban? Padahal sobat banyak manusia-manusia hebat diluar sana yang mengakui betapa murni, betapa dalam, serta ajaibnya Al-Qur'an ini. Sebuah kitab yang berisi nama Allah didalamnya.
Dr. Johnson (Pemikir)
Sesungguhnya, Al-Qur’an tidaklah seperti wejangan Budha atau pun buku logika atau pun dakwah yang disampaikan ke masyarakat oleh Plato.
“Ini adalah suara Nabi. Ia adalah suara yang dapat didengarkan oleh seluruh dunia. Pantulan dari suara ini menggema di istana, gurun, kota dan negara”.
Rodwell (Pendeta)
Al-Qur’an telah mempengaruhi Arab Badui dan telah merubah mereka dengan cara yang akan dianggap sebagai sesuatu yang legendaris.
Allah (swt) Yang Maha Benar dan Maha Agung-Sang Pencipta yang telah menciptakan alam semesta dengan sifat Qadir-Nya, adalah Zat Yang Maha Tahu, maha Kuasa yang mempunyai kekuasaan dan keagungan; Al-Qur’an pantas atas segala pujian. Bersama dengan ungkapan ungkapan yang ringkas dan tepat, Al-Qur’an juga menyampaikan kebenaran yang terdalam, kebijaksanaan yang paling kuat dan paling signifikan dengan kata-kata yang rinci. Hanya karena prinsip Al-Qur’an Fusdat, Baghdad, Cordoba, Delhi mencapai kebesaran dan kejayaan yang mengguncangkan seluruh Eropa Kristen.
Corselle ( Cendekiawan-Penterjemah Quran)
Al-Qur’an adalah karya yang paling sempurna dan luar biasa berbahasa arab. Karya mukjizat ini tidak mungkin dibuat oleh manusia. Al-Qur’an itu sendiri merupakan mukjizat abadi dan mukjizat tersebut lebih agung dari pada membangkitkan mayat.
Kitab suci ini sendiri sudah cukup untuk membuktikan bahwa ia memang datang dari langit. Al-Qur’an menantang penyair dan pendakwah untuk membuat satu saja ayat yang setara dengan ayat Al-Qur’an, namun tak satupun yang sanggup melakukannya.
Marmaduke Pickthall (Pengarang Inggris)
Sebuah buku “hukum etika “ yang sempurna dapat disusun dari prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan disabdakan oleh Nabi (saw). Mustahil untuk menyangkal bahwa prinsip-prinsip Al-Qur’an benar-benar menolong orang di berbagai negara dan membantu mendekatkan orang yang ingin dekat dengan Allah (swt).
Hanya Al-Qur’an yang dapat secara sempurna menjelaskan kebenaran Sang Khalik dan makhluk-Nya. Bukan hanya Muslim, Nasrani dan Yahudi juga mengakui hal itu.
Goethe ( Sastrawan Jerman)
Itu adalah kitab yang telah membuat kami tertarik dan kagum hingga membuat kami bertekuk lutut dalam waktu singkat. Gaya Al-Qur’an begitu kuat, agung dan luar biasa menurut kandungan dan tujuannya. Kitab ini akan terus menjadi kitab yang paling berpengaruh selamanya.
Doktor Maurice (Pengarang terkenal- Maju dalam Sastra Arab dan Menerbitkan Terjemahan Al-Quran)
Apakah Al-Qur’an itu ? Ia adalah mukjizat retoris (balaghoh) dan kefasihan (fasahah) yang unggul terhadap segala kritik. Al-Qur’an memberikan kebanggaan bagi 350 juta muslim dengan kehebatannya dalam mendefinisikan seluruh makna secara sempurna, dan bahwa ia bersifat abadi dan yang paling brilian dari kitab-kitab samawi. Tidak, kita dapat mengatakan lebih jauh.
Al-Qur’an adalah kitab samawi terbaik yang Allah Yang Maha Kekal dan Maha Kuasa anugerahkan kepada umat manusia. Mengenai kesejahteraan manusia, ungkapan Al-Qur’an jauh lebih unggul dari pada falsafah Yunani.
Al-Qur’an penuh dengan pujian dan syukur kepada Sang Pencipta bumi dan langit. Kesempurnaan dalam tiap kata Al-Qur’an tersembunyi di dalam kebesaran Allah yang telah menciptakan segalanya , dan telah mengutus dan memandu mereka sesuai dengan kemampuannya.
Bagi sastrawan, Al-Qur’an adalah kitab sastra. Bagi ahli bahasa, Al-Qur’an adalah harta karun kata kata. Bagi penyair, Al-Qur’an adalah sumber harmoni.Lebih jauh lagi, kitab ini memasukkan semua kisah atas nama Hukum dan Fikih.
Hanya suara yang muncul dari Gunung Hira di Arab yang telah dapat menyelamatkan Kristen Bizantium dari jalan buntu dan keyakinan yang keliru. Suara ini adalah suara yang mengangkat wahyu Tuhan ke otoritas tertinggi. Akan tetapi, Bangsa Romawi tidak dapat mendengarkan panggilan suara ini. Suara tersebut telah mengajarkan agama yang paling murni dan akurat kepada manusia.
Mr John Davenport (Pengarang-Pemikir)
Khususnya dua dari sifat sifat Quran sangat penting:
Keagungan harmoni di dalam ayat-ayat Al-Qur’an mengungkapkan Allah (swt) yang merupakan pemilik keagungan dan kebesaran. Al-Qur’anul Karim sangat jauh dari menyematkan kelemahan manusia kepada Allah.
Dari awal hingga akhir Al-Qur’an sama sekali tidak terkekang oleh ide-ide, kalimat dan cerita yang tidak fasih, tidak etis atau berlawanan dengan perilaku yang baik.
Namun ada banyak cacat tersebut di dalam Injil yang berada di tangan Nasrani dan telah dipalsukan.
Edward Gibbon ( Sejarawan Inggris dan Pendidik)
Negara-negara di antara Sungai Gangga dan Samudera Atlantik mengakui Al-Qur’an sebagai ruh kehidupan pada konstitusi dan syariah. Dalam pandangan Al-Qur’an tidak ada perbedaan antara kaisar dengan orang miskin yang sengsara. Al-Qur’an telah menetapkan prinsip yang demikian yang unik di dunia.
Al-Qur’an adalah bukti terkuat dari keesaan Allah (swt). Orang yang mempunyai iman dan keyakinan terhadap keesaan Allah tidak akan ragu ragu menerima poin yang dipertimbangkan oleh Islam. Islam mungkin agama yang jauh lebih agung dari yang kita kira.
Orientalist Sedio (Filsuf Barat)
Al-Qur’an telah menjelaskan kebenaran Allah (swt) dan telah secara gamblang mengajarkan apa yang bisa diharapkan oleh makhluk dari Sang Khalik, dan jalan untuk membentangkan jembatan menuju-Nya. Al-Qur’an memasukkan semua prinsip etika dan falsafah.
Kebaikan dan keburukan, baik(khair) dan jahat (syar), kebenaran properti (segala yang diciptakan) dalam ungkapan singkat segala hal diungkap dalam Al-Qur’an. Seluruh prinsip dasar dari kebijaksanaan dan falsafah seperti keadilan dan persamaan dan prinsip yang memberikan pelajaran untuk menolong dan berbuat baik, semuanya tertulis di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an memimpin manusia ke jalan tengah dan keselamatan, melindungi dari bid’ah, menyelamatkan dari kegelapan dan dari kelemahan etika, membimbing ke arah cahaya etika yang tinggi, dan mengatur kesalahan dan kekeliruan manusia ke arah kesempurnaan.
Thomas Carlyle ( Pemikir Inggris terkenal)
Sekali-kali anda membaca Al-Qur’an dengan teliti, anda akan menyadari sifat-sifat uniknya. Keindahan Al-Qur’an sangat berbeda dengan karya sastra lainnya, Ia unik. Salah satu sifat khas dari Al-Qur’an yaitu ia tidak pernah dipalsukan.
Menurut pendapat dan kesimpulan saya, Al-Qur’an penuh dengan kebenaran dan ketulusan dari awal sampai akhir. Nabi Muhammad SAW mengajak manusia ke dalam kebenaran.
Prof. Gerald C. Goeringer ( Profesor Embriologi Medis, Univeritas Georgetown)
Sebagian ayat Al-Qur’an memberikan deskripsi yang komprehensif tentang perkembangan manusia;dari campuran sel sampai penciptaan organ tubuh. Tidak ada catatan yang sedemikian setara tentang tahap ini, terminologinya dan penjelasan tentang perkembangan manusia yang pernah ada sebelumnya. Walaupun tidak semua, sebagian besar deskripsi dalam sastra ilmiah tradisional tentang perkembangan embrio manusia sudah diinformasikan oleh Al-Qur’an berabad-abad yang lalu.
Joachim Du Rulph (Cendekiawan Barat)
Pertama, perlu diakui: Al-Qur’an lebih unggul daripada semua kitab agama. Ketika kita secara seksama mempertimbangkan perihal aturan kebersihan yang sederhana tapi luar biasa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, terima kasih kepada Kitab Suci ini, Asia sekawanan besar serangga dan kutu, dan sebagian daerah di dunia selamat dari ancaman serius ini. Dengan mewajibkan kebersihan bagi muslim, Islam telah menghancurkan banyak mikroba yang bersifat merusak dan destruktif.
Pangeran Bismarck
Setelah mengamati kitab-kitab samawi, yang katanya diturunkan oleh Allah (swt), untuk mengatur manusia di berbagai zaman, saya tidak melihat adanya kebijaksanaan dan keakuratan. Hukum tersebut tidak layak untuk menjamin kebahagiaan masyarakat, bahkan tidak juga buat keluarga.
Akan tetapi, Al-Qur’an milik umat Islam bebas dari deskripsi ini. Saya meneliti Al-Qur’an dalam setiap aspek. Saya melihat kebijaksanaan agung dalam tiap katanya. Walaupun musuh-musuh Muslim mengklaim bahwa kitab ini sebagai kata-kata Muhammad, yang mengklaim bahwa kata-kata yang sedemikian hebat akan muncul dari otak yang paling sempurna yang berarti mengabaikan kebenaran dan mengobarkan kebencian dan dendam yang tidak sesuai dengan pencerahan dan kebijaksanaan.
Saya mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah kekuatan yang berbeda. Jauh dari kemungkin untuk melahirkan tangan kekuasaan yang demikian.
O Muhammad! Aku sedih bahwa aku tidak berada di jamanmu. Kitab yang kau ajarkan dan terbitkan, bukanlah kitabmu. Kitab itu suci. Menyangkal kesuciannya akan sama hebohnya dengan mengakui bahwa sains itu palsu. Itulah mengapa manusia tidak akan pernah lagi melihat seseorang yang agung seperti engkau.
John Jacobreisi (Filsuf Jerman)
Orang yang belajar sedikit bahasa arab tidak mampu membedakan Al-Qur’an dengan ironi. Tapi jika mereka diperdengarkan dengan bacaan Al-Qur’an yang impresif dan fasih yang menghidupkan kaum mukminin, dan mendengar lisan Nabi Muhammad SAW saat melantunkan Al-Qur’an kepada sahabat sahabatnya, mereka akan bersujud di hadapan Allah (swt) dan mereka semua akan mengatakan : Ya Rosululloh! Peganglah tangan kami dan jangan jauhkan kami dari keistimewaan menjadi bagian dari Ummatmu.”
H. Leider (Orang Bijak Inggris)
Anak-anak Islam memulai pendidikan mereka dengan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan sumber dari segala kebaikan dunia dan akhirat. Tetapi selain semua sekolah agama (maktab) tersebut, ada pula sekolah teologi yang disebut madrasah, dimana sekali lagi dengan inspirasi dari Quran-falsafah dan kebijaksanaan dipelajari. Setelah itu madrasah ini menjadi universitas. Itulah alasannya mengapa sudut-sudut Afrika yang disebut tempat tergelap di masa itu jauh lebih maju dalam pembangunan nyata daripada negara-negara Eropa di zaman yang sama.
Edmond (Politisi Inggris)
Saat kita menyelami Al-Qur’an, kita mendapati kesempurnaan dan ketinggiannya. Al-Qur’an pada awalnya, menarik perhatian seseorang, lalu mengejutkan fikirannya, kemudian membangkitkan hasratnya, membuatnya merasa wajib untuk menunjukkan rasa hormat dan oleh karenanya mempengaruhi setiap orang secara mendalam.
Dr. Maurice Bucaille (Kepala Klinik Bedah, Universitas Paris)
Dalam sains modern, ketika Al-Qur’an diteliti dengan cara yang sepenuhnya obyektif, sebagaimana dinyatakan berkali-kali, kesesuaian antara keduanya akan terlihat. Sulit dibayangkan bahwa seseorang di zaman Nabi Muhammad SAW, dengan pengetahuan di masa itu menjadi penulis yang mempunyai pernyataan-pernyataan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan sebuah keunikan Al-Qur’an dan mengharuskan ilmuwan yang adil untuk menerima kegagalan mereka dalam memberikan penjelasan berdasarkan alasan materialistis.
Prof. Joe Leigh Simpson (Ginekologis, Profesor genetika Manusia dan Molekul)
Menurut pendapat saya, tidak ada pertentangan antara genetika dan agama. Sebaliknya, agama dapat menuntun ilmu pengetahuan dengan cara menambahkan wahyu ke pendekatan ilmiah tradisional; bahwa wahyu ini adalah kata-kata Al-Qur’an dan telah ditunjukkan bahwa, bahkan setelah bertahun-tahun kata-kata tersebut masih absah”.
Carlyle (Filsuf Amerika)
Kebenaran Quran, sejak saat diturunkannya, telah menelan semua agama seperti api”.
Ini adalah semata sebuah fakta. Karena tahayul Kristen dan Yahudi bukanlah apa apa.
Dr. City Youngest (Spesialis Sastra Arab dan Inggris)
Al-Qur’an adalah salah satu dari buku yang paling utama yang dapat diambil manfaatnya oleh manusia. Dalam Al-Qur’an, perilaku orang besar tampak dalam cara yang paling jelas.
Ketika Carlyle berkata “Keagungan Al-Qur’an berada dalam kebenarannya yang mendunia.” Tidak diragukan bahwa dia benar. Al-Qur’an adalah sumber doktrin keimanan dan moralitas dan prinsip yang memberikan bagi orang-orang hidayah (jalan yang benar) dan kemakmuran hidup. Dalam prinsip ini yang terpenting adalah meyakini Allah (swt) Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia yang menggenggam seluruh takdir semesta.”
Masih ada ratusan ribu bahkan jutaan Orang yang secara tulus mengungkapkan tentang keAgungan Al-Qur'an sobat. Dan kebanyakan daripada mereka bukanlah Muslim. Mereka adalah kaum intelektual yang tidak menyerahkan segala keajaiban dunia pada hal yang disebut kebetulan. Mereka adalah kaum Pemikir yang bagaimana mereka belajar hanya demi menunjukkan kenyataan, bahwa Al-Qur'an terlalu ajaib untuk dituduh buatan manusia. Saya tidak tahu apakah anda sama seperti kebanyakan mereka, namun kesimpulan yang mereka capai adalah keikhlasan menerima kenyataan. Bukan karena keegoisan untuk mencari kesalahan, tapi murni kebenaran.
Apakah sobat sekalian masih ingat makna Wahid dan Ahad diawal?
Sobatku, ketahuilah masyarakat arab kuno hingga sekarang adalah manusia syair. Saya katakan manusia syair sebab tata bahasa mereka begitu kompleks dan tiap kata mengandung definisi tinggi.
Dikisahkan dalam kisah-kisah para sahabat, seorang sahabat Rasulullah bernama Bilal al-Habsyi, Bilal bin Riyah, Ibnu Rabah atau lebih dikenal Bilal bin Rabah suatu ketika mendapatkan siksaan dari tuannya. Itu dikarenakan Bilal adalah seorang budak hitam yang secara sembunyi-sembunyi mengucapkan kalimat syahadat dari tuannya.
Mendengar keimanan Bilal telah berganti menjadi tauhid maka murkalah Umayah bin Kalaf. Digiringnya Bilal ke tengah padang pasir yang terik mataharinya membara lalu dia letakkan sebuah batu besar ke dadanya. Disiksa sedemikian hebat tidak membuat lidah Bilal khianat kepada hatinya. Padahal bisa saja dia mengaku kembali menyembah Latta Uzza untuk menyelamatkan diri. Namun iman seindah cahaya telah memenuhi hati Bilal. "Ahadun Ahad.. Ahadun Ahad.. Ahadun ahad.. Ahadun Ahad.." Seperti sebuah zikir yang menggema dari tanah surga. Ketahuilah sobat, suara Bilal adalah yang paling merdu ketika mengumandangkan Adzan. Suara rintih sakitnya hanya menggema sebagai pengakuan "Dia Esa.. Dia Esa…Dia Esa…" demi menikmati penyiksaan dunia sebagai hal yang sederhana dibandingkan siksa akhirat.
Umayah bin Kalaf semakin berang. Dia tahu betul sebagai orang arab, makna Ahad berarti menolak dan membantah ratusan berhala di Mekkah saat itu sebagai Tuhan. Maka disiksa nya terus Bilal dengan siksaan yang pedih. Sampai datang seorang Sahabat bernama Abu Bakar Ash-Shiddiq..
“Apakah kalian akan membunuhnya hanya karena ia mengucapkan ‘Ahad’, meyakini bahwa Allah adalah Tuhan?” tanya Abu Bakar kepada Umayah bin Kalaf, si majikan itu.
Tanpa ragu, Abu Bakar mengeluarkan uang yang jumlahnya melampaui harga kebebasan Bilal. Melihat gelimpangan uang itu Umayah tidak melihat alasan untuk mempertahankan budak yang sudah disiksanya habis-habisan. Maka dilepaskannya Bilal yang hampir mati ke tangan Abu Bakar. Dan berkat itulah Bilal mendapatkan kebebasannya sebagai muslim sobat.
Karena ketaatan Bilal ini dikatakan dalam suatu hadist yang sahih.
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal menjawab, “Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan shalat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku.” (Muttafaqun ‘alaih. Lafal hadits ini adalah milik Bukhari) [HR. Bukhari, no. 443 dan Muslim, no. 715]. Ad-daffu adalah suara sandal dan gerakannya di atas tanah, wallahu a’lam.
Sandal bilal sampai dikatakan telah berbunyi-bunyi di Surga seakan-akan tidak sabar menunggu pemakainya. Wallahu allam.
Sobatku, Nikmat manakah lagi yang hendak engkau dustakan saat dihadapanmu telah terdapat nikmat Keselamatan. Sungguh kita beruntung sekali berada pada sebuah keyakinan yang begitu indah makna dan hikmahnya. Maka apabila kebenaran telah datang seperti Kilaunya Matahari, kebanyakan dari kita berpaling karena lebih menikmati redupnya cahaya. Padahal redupnya cahaya hanya membawa pada keragu-raguan, kebimbangan, dan ketakutan…
Semoga dengan ini kita senantiasa diberikan petunjuk, diberikan rahmat, dan diberikan keberkahan dalam pencarian ilmu sobatku. Dan semoga Allah meridhoi kita semua dalam pencarian kebenaran.
Keep Smile Keep Learning sobat 🌹🌹😊
Refrensi :

📢 Republished byYesmuslim.info ] 

?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ MEMBANTAH PAHAM ATHEIS : Apa buktinya Allah itu adalah Tuhan Semesta ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya. 🙂

Artikel Terkait Lainnya

Portal Muslim Terupdate !





Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini