Apa yang Terjadi Pada Mayat yang Sudah Digunakan oleh Siswa Kedokteran?


0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
  Yes    Muslim    - Apa yang terjadi pada mayat setelah siswa kedokteran selesai dengan mereka?
Dijawab di Quora Indonesia oleh Sandra Suryadana.
Saya kuliah kedokteran di Universitas Airlangga. Jadi saya jawab sesuai dengan apa yang terjadi di kampus saya ya, karena saya tidak pernah tanya-tanya juga dengan mahasiswa dari kampus lain.


Di Universitas Airlangga karena memiliki RS sendiri yaitu RS dr. Soetomo, maka untuk praktikum anatomi mahasiswanya, tidak pernah ada masalah stok cadaver. (Benar sekali yang dikatakan oleh Pak Xavien, cadaver yang mengajar kami adalah jenazah orang yang tidak ada keluarga) Setiap mulai angkatan baru stok cadaver selalu baru juga. Jadi kami tidak pernah dapat lungsuran cadaver dari angkatan sebelumnya. Cadaver kami utuh, mulai dari 0, belum diapa-apakan, hanya sudah diformalin saja.
Dalam kelas saya yang berisi 220 orang, waktu itu disediakan 16 cadaver. Jadi 1 cadaver mengajar 12–14 mahasiswa. Praktikum anatomi berlangsung seminggu 2x selama 1 semester. Selama praktikum, kami mengolah dan menganalisa cadaver mulai dari kulit, otot, tulang sampai organ dalamnya. Semua kami bedah dan kami buka satu per satu, sehingga setelah semester berakhir, saya rasa kondisi cadaver sudah tidak memungkinkan untuk dilungsurkan kepada angkatan berikut karena (mohon maaf) sudah berantakan.
Selanjutnya cadaver tersebut akan dikumpulkan dan dikuburkan di taman samping ruang praktikum anatomi. Begitu cerita yang saya dapatkan dari angkatan-angkatan sebelumnya. Saya pribadi tidak pernah melihat sendiri proses penguburan cadaver-cadaver tersebut. Setelah akhir semester, kami hanya meninggalkan cadaver tersebut untuk dirapikan dan diurus oleh staff laboratorium anatomi.
Tahun depannya adik kelas kami praktikum dengan cadaver baru lagi.
Jawaban lainnya:
Dijawab di Quora Indonesia oleh Liang-Hai Sie.
Saya dahulu belajar kedokteran, dan kerja sebagai dokter ahli penyakit dalam di Belanda.
Di Belanda semua jenazah-jenazah yang dipergunakan untuk pendidikan mahasiswa kedokteran disumbang oleh orang itu sendiri, sewaktu mereka masih hidup. Setelah meninggal bagian anatomi universitas ini ditilpun, jenazah akan diambil, setelah selesai dikubur atas biaya bagian anatomi itu. Sistim pendidikan kedokteran Belanda sangat mementingkan efisiensi, sehinga dalam tahun pertama sampai dengan ketiga semua teori yang akan diperlukan diajari, tidak menurut anatomi-fisiologi-embriologi tetapi menurut sistim organ yaitu sistim nafas, sistim kenjing, sistim sirkulasi, diintegrasikan. Kecuali orang-orang yang ingin belajar menjadi ahli (guru, penyelidik) anatomi, mahasiswa tidak melakukan diseksi jenazah itu sendiri, hanya diberi demonstrasi dimana otot-otot, syaraf-syaraf, pembuluh darah, organ-organ dan selainnya berletak. Setelah lulus mendapatkan gelar BSc (Bachelor of Sciences) = S1 sarjana muda, setelah itu tiga tahun kerja dirumah sakit, clerkship/internship/co-assistentschap, tanpa bayaran (intern difakultas yang lainya umpamakan teknik, informatika, marketing, keuangan, wajib dibayar uang saku € 300,- sebulannya), jika semuanya berjalan baik calon dokter itu tanpa perlu diuji lagi mendapat gelar MSc (Master of Science) = dokter = S2. Dalam tiga tahun internship ini wajib 6 bulan melakukan internship penyelidikan, dan dua internship pilihan (12 minggu dan 6 minggu), biasanya internship yang terasa terlalu pendek, pada umumnya karena sang mahasiswa ingin berkerja/masuk didikan sepesialisasi dibidang itu. Segelintir kecil akan belajar terus 4 sampai 5 tahun untuk mencapai gelar PhD, di Indonesia gelarnya S3, tingkat tertinggi dari tiga tingkat pelajaran tinggi menurut Proses Bologna (BSc - MSc - PhD).
Jawaban lainnya:
Dijawab di Quora Indonesia oleh Orla McAuley.
Nenek saya meninggal di hari Kamis siang, bulan November 2015. Dia sudah mengisi formulir untuk menyumbangkan tubuhnya demi ilmu pengetahuan, jadi salah satu pilihan yang ia masukkan di formulir itu adalah ke rumah sakit universitas.
Mereka bilang kalau mereka akan menjemput nenek dalam waktu 48 jam untuk memastikan bahwa tubuhnya tetap segar untuk diawetkan, tapi karena ini hampir akhir pekan mereka harus menjemputnya lebih cepat - hari Jumat siang
Jadi kami membuat acara perpisahan dengan nenek dengan sangat cepat. Teman-teman dan keluarga berkumpul di rumahnya untuk mengunjunginya terakhir kali, lalu para tetangga di esok paginya. Dan ambulans milik universitas datang saat siang hari
Keesokan harinya, ada acara untuk mengenang atas jasa-jasanya, tapi jelas saja bahwa kami tidak mengadakan acara pemakaman saat itu.
Memang cukup sulit untuk keluarga yang hidup secara lokal - dia cukup mengenal kota ini, dan orang-orang tetap datang ke kakekku juga sepupuku untuk menanyakan kabarnya. Biasanya, akan ada acara pemakaman yang layak agar orang-orang tahu, tapi dalam skenario ini… tidak ada
Kemudian, sekitar setahun kemudian, kami ditelepon oleh pihak universitas bahwa mereka akan mengembalikan jasad nenek saat 'ulang tahun kematiannya'. Kami punya beberapa pilihan - pihak universitas bisa mengkremasi atau menguburnya di pemakaman universitas secara gratis, atau kalau kami mau menguburnya di tempat lain kami dapat mengurus pemindahan jasadnya dari universitas.
Kami memilih untuk menguburnya di pemakaman universitas, tempat di mana kakekku juga dimakamkan, dan nenekku akan bertemu dengan kakekku di alam sana. Kami membuat sebuah acara kecil-kecilan di pemakaman yang melibatkan pendeta setempat yang mendoakannya, dan pihak universitas memberikan batu nisan. Kami bisa meminta batu nisan yang lebih keren di masa yang akan datang kalau kami mau.
Keesokan harinya, kami berkumpul lagi dan si pendeta meminta semua orang untuk mendoakan mereka yang meninggal baru-baru ini dan juga untuk nenekku yang baru dikuburkan kemaren saat satu tahun 'ulang tahun kematiannya'. Beberapa orang di kumpulan itu nampak terkejut dan beberapa orang dari keluarga kami ada yang menangis tersedu-sedu
Rasanya mantap untuk mengadakan acara pemakaman, walaupun 'tidak begitu segar' setelah setahun lamanya ia pergi. Kami bisa merayakan atas apa yang terjadi di hidupnya dan apa yang ia lakukan semasa hidupnya.
Nah apakah kamu juga mengetahui informasi tentang ini? Share ya di kolom komentar.
Artikel Asli




📢 Republished byYesmuslim.info ] 

?? Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Apa yang Terjadi Pada Mayat yang Sudah Digunakan oleh Siswa Kedokteran?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya. 🙂

Artikel Terkait Lainnya

Portal Muslim Terupdate !





Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini