Kisah Dosen ITB Bikin Ventilator Indonesia, Rela Dicibir, Tidur di Masjid, hingga Dapat Dana Rp 10 M

  Yes    Muslim    -  Syarif Hidayat menyunggingkan senyum. Ia menyenderkan punggungnya di sofa ruang kerjanya, di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia teringat saat tenaga dan pikirannya dikuras saat menciptakan Ventilator Indonesia (Vent-I).

“Di sinilah saya menghabiskan waktu hampir 6 minggu saat menciptakan Vent-I. Tidur hanya 4 jam di sofa ini setiap malam,” ujar Syarif kepada Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Sofa berwarna hitam itu menjadi saksi bagaimana kerja keras Syarif di tengah cibiran, kesulitan bahan material karena Covid-19, hingga keterbatasan dana.




Tantangan

Syarif menceritakan awal mula Vent-I tercipta. Saat itu, menyusul kebijakan work from home (WFH) dari pemerintah, ITB memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Diikuti dengan Masjid Salman ITB yang menutup kegiatan masjid sementara waktu untuk memutus rantai penularan virus corona.

Sepulang rapat dari Salman ITB, ia bertemu dengan alumni ITB yang masuk ke dalam tim Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam penanganan Covid-19.

“Dia bertanya, pak bisa bikin sprayer? Saya jawab bisa. Kalau bikin ventilator? Saya jawab, nanti saya pelajari dulu. Jadi ucapan ventilator itu datang dari dia,” tutur Syarif.




Keesokan harinya, Syarif baru mengatakan dirinya bisa membuat ventilator. Sebagai insinyur, ia punya keyakinan. Apapun yang bisa dibuat manusia, maka ia bisa membuatnya.

Syarif kemudian menugaskan stafnya untuk membeli komponen ventilator. Dari sana ia tersadar, mafia di alat kesehatan luar biasa.

“Kalau daging impor, harganya naik 4 kali lipat. Tapi kalau alat kesehatan (alkes) bisa10 kali lipat. Saya makin bertekad untuk membuatnya tanpa menggunakan rantai pasok alkes,” ungkap Syarif.


Bertemu dokter Unpad


Ia mencoba mengembangkan ventilator dengan alat seadanya. Karena tidak memungkinkan, ia mengajukan dana pada Salman Rp 50 juta sebagai modal awal pembuatan ventilator.
Setelah jadi, ia memosting prototype ventilator dan memostingnya di media sosial. Lalu ia tulis membutuhkan dokter untuk mereview ventilatornya.

Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan dokter anestisi, Ike Sri Rezeki dari Unpad.
Dengan tegas Ike mengatakan, rancangan Syarif bagus dan banyak. Namun yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah Continous Positive Airway Pressure (CPAP).

CPAP adalah satu fungsi paling sederhana pada ventilator untuk memberikan tekanan positif pada paru-paru agar terus megembang, tidak kuncup.

Ini penting karena Covid-19 menghasilkan lendir yang membuat paru-paru tidak bisa menerima oksigen.

“Saya bimbang, karena yang dipakai alat sederhana, tidak menantang banget. Karena yang saya buat terbilang canggih. Tapi dalam ekosistem inovasi, voice of customer sangat penting. Makanya saya libatkan dokter,” ucap dosen ITB ini mengungkapkan.

Ia akhirnya menyetujui permintaan Ike. Meski terbilang sederhana, prosesnya tidak mudah.
Kondisi pandemi membuat material yang dibutuhkan sulit ditemukan. Apalagi material yang berasal dari luar negeri, tekendala juga oleh pengiriman sehingga tidak bisa dipastikan akan sampai kapan.

Rela dicibir, hingga menangis karena alat rusak


Syarif kemudian memutuskan membuat material yang dibutuhkan. Misal dalam pembuatan pompa. Ia mencari produk yang ada di Indonesia dan tidak berebut.

Pilihannya jatuh pada pompa peniup kasur. Ia modif pompa peniup kasur dengan motor yang biasa digunakan drone. Kemudian, alat itu akan dilengkapi dengan venting.

Semua proses ini sempat dicibir. Syarif dan timnya dinilai tidak akan mampu menyelesaikan ventilator. Ada juga yang bilang, Vent-I sebagai proyek “mission impossible”.

Namun keraguan sejumlah pihak itu tidak dihiraukannya. Ia terus maju, walaupun diisi dengan air mata.

“Pasien Covid harus dirawat 14 hari, maka minimal alat saya harus mampu bertahan 14 hari. Tapi begitu dicoba, hanya tahan 2 hari 2 malam. Saya perbaiki, ganti material, eh 12 jam rusak. Nangislah saya, gimana bisa nolong orang,” tutur dia.

Setelah menangis, ia pun bangkit dan kembali terus mencoba, hingga produknya berhenti diujicoba setelah melewati 21 hari.
Bahkan Vent-I dinyatakan lolos uji semua kriteria uji sesuai dengan standar SNI IEC 60601-1:204: Persyaratan Umum Keselamatan Dasar dan Kinerja Esensial dan Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Specification, MHRA, 2020.
Vent-I menggunakan mesin ventilator Positive End-Expiratory Pressure (PEEP) agar mudah dioperasikan baik oleh dokter ataupun perawat. Bahkan Vent-I bisa dibawa pulang.
Harganya pun jauh lebih rendah. Harga ventilator portable di pasaran dunia dijual Rp 30 juta-70 juta. Sedangkan Vent-I dijual Rp 18 juta.
“Vent-I juga sudah dipatenkan, dari 8 ada 5 yang sudah dipatenkan,” ucap dia.

Tidur di masjid

Dokter ahli petir ini mengatakan, pengembangan Vent-I menghabiskan waktu 6 minggu. Selama itu, ia memilih meninggalkan rumah dan tidur di ruang kerjanya di Masjid Salman.
Ia memanfaatkan ruang kerjanya yang kecil untuk mengembangkan idenya dan menggunakan sofa hitam untuk tempat tidurnya.
Setiap malam, ia hanya tidur sekitar 4 jam. Waktunya lebih banyak digunakan untuk pengembangan Vent-I.
Dalam perkembangannya, beberapa ruangan di Salman ITB diubah menjadi bengkel Vent-I. Mulai dari ruang serba guna, kelas, hingga kantin.
Sejumlah kampus pun ikut membantu, seperti ITB, Unpad, Polman, Polban, sejumlah SMK, PT Dirgantara Indonesia (DI), dan lainnya.

Kumpulkan dana dari masyarakat

Saat ini, tim sedang membuat 850 Vent-I yang akan dibagikan gratis ke rumah sakit di Indonesia. Dari jumlah itu, sebagian Vent-I sudah disebar, terbanyak di Pulau Jawa.
“Dana pembuatan Vent-I berasal dari dana masyarakat. Bisa dibilang masyarakat yang membeli 850 Vent-I ini atau lebih dari Rp 10 miliar,” tutur Syarif.
Syarif menjelaskan, saat Vent-I ini dikembangkan, banyak teman yang tertarik ingin menyumbang untuk membantu pasien.
Kemudian Salman membuat crowd funding untuk pembuatan Vent-I hingga terkumpul dana Rp 10 miliar lebih.



πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 

https://regional.kompas.com/read/2020/07/02/06450011/kisah-dosen-itb-bikin-ventilator-indonesia-rela-dicibir-tidur-di-masjid?page=3


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Kisah Dosen ITB Bikin Ventilator Indonesia, Rela Dicibir, Tidur di Masjid, hingga Dapat Dana Rp 10 M



Selengkapnya

Jadi Pemimpin Tertinggi BPIP, Seberapa Kaya & Banyaknya Harta Milik Ibu Megawati Soekarnoputri ?

  Yes    Muslim    - Bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, sosok ini lebih dikenal luas dengan nama Megawati Soekarnoputri. Dia merupakan politikus senior di Indonesia.

Namanya tak bisa dilepaskan dari PDI Perjuangan ( PDI-P) yang saat ini jadi partai penguasa di mana dirinya menjabat sebagai ketua umum. Dia menjabat sebagai Ketua Umum PDI-P sejak tahun 1998 hingga sekarang, sehingga menjadikannya sebagai ketum partai terlama di Indonesia.

Pada Pemilu 1999 atau awal era Reformasi, PDI-P memenangi pemilu. Meski partainya meraih suara terbanyak, Megawati dalam pemilihan presiden lewat MPR kalah suara dari Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Di Parlemen, ia terganjal manuver poros tengah yang dimotori Amien Rais.

Megawati pernah sampai di puncak karier menjadi orang nomor satu di Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2001-2004. Saat menjadi Wapres, Megawati menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang jabatannya hanya berumur kurang dari dua tahun, tepatnya tahun 1998-2000.


Di era Presiden Joko Widodo ( Jokowi) yang juga kader dari PDI-P, Megawati menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP), sebuah lembaga yang dibentuk guna membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila.

Mengutip Nota Keuangan APBN 2020, BPIP pada tahun 2018 mendapatkan alokasi dana dari APBN sebesar Rp 335,2 miliar, lalu pada tahun 2018 naik menjadi Rp 404,1 miliar, dan tahun 2020 mendapatkan pagu Rp 216,9 miliar.

Sebagai politikus senior dan pernah menjadi Presiden RI, berapa harta kekayaan Megawati Soekarno Putri?

Dilihat dari laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (24/6/2020), Megawati terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 September 2019.
Megawati melaporkan harta kekayaannya dalam kapasitasnya sebagai pimpinan tertinggi di BPIP. Total harta kekayaan yang dilaporkannya yakni sebesar Rp 213,96 miliar atau tepatnya Rp 213.959.259.125.

Aset milik Megawati paling besar berasal dari tanah dan bangunan, totalnya ada 29 bidang tanah dan bangunan yang dilaporkan dengan nilai taksiran Rp 201.456.572.000.

Properti milik Mewagati tersebar di berbagai daerah dan paling banyak berlokasi di Jakarta. Kemudian aset properti lainnya berada di Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Bogor, dan Denpasar.

Untuk kendaraan, Megawati dalam laporan LHKPN memiliki 13 mobil dan 3 sepeda motor. Mobil dengan nilai paling mahal yakni BMW sedan tahun 2003 dengan nilai Rp 715.000.000.

Harta lainnya yakni harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.908.750.000, surat berharga Rp 581.500.000, serta kas dan setara kas senilai Rp 6.595.391.670.

Selain sebagai politikus, Megawati juga dikenal sebagai pengusaha SPBU. Dia bersama almarhum suaminya, Taufiq Kiemas, mengelola sejumlah pom bensin di Jakarta.

Namun, jika mengulas dari tahun ke tahun, harta milik Mega cenderung naik turun.

Menurut LHKPN tahun 2001, Mega memiliki harta setotal Rp 59.809.315.484. Sedangkan di tahun 2009, hartanya melonjak menjadi Rp 256.447.223.594, dan tahun 2004 sebesar Rp 93.102.572.824.



πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Jadi Pemimpin Tertinggi BPIP, Seberapa Kaya & Banyaknya Harta Milik Ibu Megawati Soekarnoputri ?



Selengkapnya

Mengapa wajah novel baswedan tidak rusak layaknya terkena air keras ? hanya matanya yang cacat ?

  Yes    Muslim    - Kulit Wajah Novel yang Tidak Rusak


Menurut hasil investigasi tim pencari fakta kasus Novel yang dibentuk Polri, air keras jenis asam sulfat yang disiramkan kepada Novel berkadar larut tidak pekat. "Sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah korban dan baju gamis yang dikenakan korban juga tidak mengalami kerusahan dan penyiraman tersebut tidak mengakibatkan kematian," ujar juru bicara tim pencari fakta itu, Nur Kholis, pada 17 Juli 2018.



Dari temuan tersebut, tim pencari fakta meyakini adanya kemungkinan bahwa serangan terhadap Novel bukan dimaksudkan untuk membunuh, tapi membuat Novel menderita. Nur Kholis juga mengungkap kemungkinan motif, yakni balas dendam. "Untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran terhadap korban," tuturnya.
Temuan tim pencari fakta tersebut serupa dengan pernyataan Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian, pada 12 April 2017, sehari setelah Novel Baswedan disiram air keras. Menurut Tito, dari hasil analisa laboratorium forensik, asam sulfat yang digunakan pelaku tidak memiliki konsentrasi yang tinggi. "Tidak berkonsentrasi pekat karena, kalau terlalu pekat, bisa membuat daging hancur," ujarnya seperti dikutip dari situs kantor berita Antara.


Pada 6 Mei 2017, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dan tiga anak buahnya juga sempat membesuk Novel Baswedan di SGH. Saat itu, Novel memberikan foto Ahmad Lestaluhu, pria yang diduga sebagai penyiramnya. Saat diwawancara Tempo pada 25 Mei 2017, Iriawan pun menyatakan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh Tito ketika ditanya mengenai motif penyiraman air keras terhadap Novel. "Air kerasnya tidak optimal. Kalau benar-benar keras, kulit langsung melepuh," ujarnya.


Selain itu, menurut dokter Jakarta Eye Center, Johan Hutauruk, antisipasi yang dilakukan oleh Novel Baswedan setelah wajahnya terpapar air keras sangat tepat. Saat itu, Novel membasuh wajahnya dengan air yang mengalir. Menurut Johan, air dapat menetralisir air keras yang bersifat asam. "Saya rasa itu pertolongan yang sangat tepat," katanya seperti dikutip dari laman Jawa Pos.
Meskipun begitu, dalam foto yang diperoleh Tempo beberapa saat setelah tersiram air keras, wajah Novel Baswedan terlihat memerah. Kelopak matanya juga tampak sedikit membengkak.

πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Mengapa wajah novel baswedan tidak rusak layaknya terkena air keras ? hanya matanya yang cacat ?



Selengkapnya

Dari Azwar Siregar untuk Denny Siregar: Apa Belum Cukup Teguran Allah Jantung Kau Pakai Ring ?

  Yes    Muslim    - By Azwar Siregar


Baru kemarin ada Anak Sumut, si Miftah yang ngaku-ngaku Ustadz menghina Muslimah bercadar. Sekarang ada Anak Sumut lain yang bikin heboh lagi, si Denny Siregar. Dia menghina adik-adik para Calon Hafidz/Hafidzah Al Quran sebagai Calon teroris.

Kalau si Miftah menghina Cadar karena menganggap Muslimah yang memakainya hanya terikut budaya Arab dan menganggap aurat itu cuma alat kelamin ( Berarti orang ini menganggap sah laki-laki sholat cuma pakai cawat, dan perempuan cukup pakai celana dalam dan bra aja), maka si Denny Siregar menuduh adik-adik para Calon Tahfiz sebagai calon teroris hanya karena para Adik-adik kita memakai Ikat Kepala dan memegang Bendera bertuliskan kalimat Tauhid.



Woii Miftah. Kalau kau mau menjerumuskan Istrimu sendiri ke Neraka dengan menyuruhnya membuka jilbab, itu urusanmu. Kalau kau mau sholat ala baywatch atau bahkan dengan bugil sekalipun bersama binik kau, itu urusanmu. Sikahkan kalian gila berdua. Tapi jangan membodoh-bodohi umat dengan otak kosongmu.

Khusus buat kau Denny. Kita sama-sama bermarga Siregar. Cak kau pakailah otak lurusmu sesekali Kedan. Apa belum cukup teguran Allah sama jantung kau itu sampai dipasangkan


cincin. Orang lain pasang cincin di jari manis karena tunangan atau nak kawin. Kau malah pasang cincin di jantung karena jadi "bacin". Daripada kau cari makan dengan begitu hina, jadi penjilat dan jadi penista agama, elok-lah kau pulang kampung balik ke Medan. Jualan monza kau ke Sambu atau jadi Tukang Parkir di Pajak Kampung Lalang. Lebih terhormat dan uangnya halal.

Terakhir saya kurang tahu, apakah orang tua kalian berdua masih hidup?

Kalau misalnya sudah meninggal dunia, sungguh kasihan beliau-beliau mempunyai keturunan fasik yang menyesatkan umat. Menangis dalam kubur kerabat kalian yang sudah meninggal dunia.

Kalaulah misalnya kita belum mampu jadi Anak Sholeh dan Sholehah yang menjadi pengurang dosa orang tua, misalnya seperti mereka yang kalian hina, para muslimah taat agama (sampai ikhlas bercadar) atau seperti adik-adik kita para calon Hafidz/Hafidzah AlQuran, tapi paling tidak, tolong jangan jadi anak durhaka.

Hanya gara-gara urusan perut dan mencari nafkah, kalian tega menista agama. Dasar anak-anak durhaka. Manusia-manusia Sampah. NGGA ADA AKHLAQ.... !!!

[fb]




πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Dari Azwar Siregar untuk Denny Siregar: Apa Belum Cukup Teguran Allah Jantung Kau Pakai Ring ?



Selengkapnya

Wabah 'Mengerikan' di Ekuador, 5000 Kematian Dalam Semalam Hingga Mayat Tak Terurus di Jalanan

  Yes    Muslim    - Jenazah yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador.

Di kawasan Guayas, negara bagian paling terdampak pandemi Covid-19 di Ekuador, ketika angka resmi mengenai korban wabah dicek silang dan dicermati, fakta yang mencul sungguh mencengangkan.




Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama April, menjadikan Guayas area paling terdampak bukan hanya di negara tersebut tapi di seluruh Amerika Latin.
Dan kematian tersebut tidak hanya terkait Covid-19: layanan kesehatan setempat lumpuh karena pandemi dan banyak pasien dengan kondisi kesehatan lainnya tidak dapat mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya.

Guayaquil, kota mayat "Kami sudah melihat orang meninggal di mobil, di ambulans, di rumahnya, di jalanan," kata Katty MejΓƒ­a, seorang pekerja di rumah duka di Guayaquil, ibu kota negara bagian dan kota terbesar di Ekuador.







Sebagian tunawisma menjadi korban meninggal.

"Salah satu alasan mereka tidak dirawat di rumah sakit karena alasan kekurangan tempat tidur. Jika mereka ke klinik swasta, mereka harus membayar dan tidak semua orang punya uang," katanya.
Dalam masa pandemi di kota dengan populasi 2,5 juta penduduk itu, rumah duka kewalahan - sebagian harus tutup sementara karena pekerjanya ketakutan terjangkit virus.


Pekerja membangun area baru untuk memakamkan mayat di tempat pemakaman.
Kerabat yang putus asa membiarkan mayat tergeletak di depan rumah, sementara sebagian lain membiarkannya di tempat tidur hingga berhari-hari.
Kota Guayaquil juga mulai kehabisan ruang untuk menguburkan mayat, memaksa sebagian orang untuk membawa jenazah kerabat ke kota tetangga untuk dimakamkan di sana.
Kebutuhan untuk menguburkan jenazah sangat tinggi hingga sebagian warga menggunakan kotak karton sebagai peti mayat. Narapidana juga membuat peti mati dari kayu.

Negara `gagal`

President Ekuador LenΓƒ­n Moreno mengakui negara telah gagal mengatasi krisis kesehatan.
Hingga 16 April, pemerintah yakin hanya 400 orang meninggal dunia karena virus corona.
Tapi setelah Satuan Tugas Gabungan Virus Corona mengumpulkan semua data, gambaran besarnya berubah.
"Dengan angka yang kita dapat dari Kementerian Dalam Negeri, tempat pemakaman umum, kantor pencatatan sipil dan tim kami, kami sudah menghitung setidaknya 6.703 kematian di Guayas di 15 hari pertama pada April," kata Jorge Wated, kepala Satgas pemerintah.
"Rata-rata mingguan di sini mencapai 2.000. Jadi, kami sudah merekam 5.700 kematian dari biasanya."





Guayaquil akan segera kehabisan tempat untuk memakamkan mayat.

Tidak semua kematian di Guayas terkait langsung dengan Covid-19 - sebagian orang meninggal karena gagal jantung, masalah ginjal, atau masalah kesehatan lain yang memperburuk kondisi karena tidak segera ditangani.


Dampak sekunder

Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan di penjuru kawasan - akankah pandemi menimbulkan dampak sekunder yang sama di negara-negara Amerika Latin lainnya atau di kawasan lain di dunia dengan sistem kesehatan yang lemah?
Di Wuhan, China, angka resmi tengah direvisi dan hasilnya bisa jadi mengejutkan. Di Spanyol, negara Eropa paling terdampak, ada perbedaan dari cara data dikumpulkan dan dibuka di level lokal dan nasional.
 China merevisi angka kematian menjadi 1.300, tapi membantah telah menutup-nutupi angka sebenarnya.

"Kesehatan masyarakat di Ekuador selalu bermasalah. Ini merupakan salah satu titik lemah di hampir semua periode pemerintahan," kata Dr Carlos Mawyin kepada BBC.
Ia menduga krisis Covid-19 merupakan badai yang sempurna di Ekuador.
"Dengan sistem kesehatan yang lemah dan jumlah pasien yang tinggi, ICU dengan cepat menjadi lumpuh," katanya.
Ekuador telah memperpanjang jam malam dan berjanji akan mengetes makin banyak pasien.
Tapi bagi warga di Guayaquil yang pernah melihat orang terkasih meninggal dunia, janji itu sudah terlambat.

(*) Laporan tambahan dari Matias Zibell di Ekuador.

πŸ“’  Sumber https://www.viva.co.id/berita/dunia/1211621-corona-di-ekuador-laporan-5000-kematian-semalam-dan-mayat-di-jalan


πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Wabah 'Mengerikan' di Ekuador, 5000 Kematian Dalam Semalam Hingga Mayat Tak Terurus di Jalanan



Selengkapnya

Mengapa Media Australia sebut Indonesia akan menjadi hotspot COVID-19 di Dunia ?

  Yes    Muslim    -Mengapa Media Australia sebut Indonesia akan menjadi hotspot COVID-19 di Dunia ?    yang ingin saya tekankan adalah kritik tidak sama dengan menjatuhkan.




Indonesia dikritik media Australia, karena jumlah tes orang (bukan spesimen) sedikit, Indonesia terancam bahaya pandemi yg lebih besar. Jadi setiap Indonesia dikritik media luar, WHO atau saintis luar negeri, ada pola jawaban (yang menunjukkan pola pikir lembaga-lembaga negara) yang sama:
Jawaban kritiknya juga sama sekali tidak saintifik & selalu diulang-ulang:
  1. Terserah orang lain mau bilang apa.
  2. Yang penting target Presiden sudah terpenuhi (target jumlah spesimen 10rb-20rb).
Telaah jawaban:
  1. Jawaban nomor 1: jawaban anak kecil. Dangkal sekali. "Terserah Mama pokoknya aku mau mainan itu."
  2. Jawaban nomor 2 : Kemenkes dan BNPB bekerja karena target Presiden. Bukan bekerja karena sains / standar umum. Alam bawah sadar Kemenkes dan BNPB merasa sudah cukup bekerja jika target dari Presiden tercapai.
Jadi ada yg salah memang dari budaya/cara berpikirnya:
  • asal bos senang
  • bukan mencari dan melakukan hal yang benar sesuai standar umum (Sains)
  • sehingga: kebenaran adalah perkataan Bos
  • puncaknya adalah tiada budaya diskusi mencari kebenaran.
Tidak ada juga budaya kreatif, takut memiliki ide baru. Takut ragu. Takut beda. Padahal dasar dari sains dan kreativitas adalah ragu dan beda. Makanya Pemerintah miskin ide:
  • lomba video
  • jargon
  • hashtag
  • seremoni
  • piagam
  • dll.
padahal idealnya Indonesia per hari tes ada 50 ribu orang, kenyataannya sekarang per hari hanya 18 ribu–20 ribu orang di tes[1]
seharusnya kita belajar dari pengalaman saat profesor Harvard binggung mengapa tidak ada laporan kasus corona di bulan februari di indonesia, padahal hampir seluruh negara tetangga di indonesia sudah ada kasus[2] lalu apa respon para pejabat publik kita?
.
.
dan lihat apa akibat dari ketidakseriusan mereka saat awal-awal penanganan corona. kita menjadi nomor satu kasus terbanyak di ASEAN hingga tulisan ini dibuat
memang benar quotes di bawah ini untuk mengambarkan indonesia sekarang
jadi bagi saya pribadi apa yang dikatakan media australia tersebut dapat terbukti, jika penanganan corona oleh pemerintah masih tidak serius dan masyarakatnya masih ngeyel tentang peraturan yang sudah dibuat pemerintah demi meminimalisir penyebaran Covid-19.
Catatan Kaki







πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Mengapa Media Australia sebut Indonesia akan menjadi hotspot COVID-19 di Dunia ?



Selengkapnya

Jika Jend. Achmad Yani menjadi Presiden Indonesia ke 2, Indonesia Bisa menjadi NEGARA MAJU ?

  Yes    Muslim    - Saya sih beranggapan kalau Pak Achmad Yani bisa membawa Indonesia versi tahun 66 jadi lebih maju. Begini alasannya:



  1. Achmad Yani tidak pernah melakukan korupsi yang membuat dia nyaris dipecat dari militer. Malah dia pernah menampar seorang perwira yang kedapatan melakukan korupsi. Kalau dia yang jadi presiden, mungkin korupsi tidak akan menjadi sistemik seperti sekarang.
  2. Achmad Yani adalah anak emas Soekarno. Kalau dia naik jadi presiden, tentunya dia tidak perlu merasa berutang budi pada AS, sehingga harus memberi konsesi ke Freeport. Bedalah dengan perwira militer yang naik karena dibantu CIA.
  3. Balik ke no. 2 di atas. Karena dia punya hubungan baik dengan Bung Karno, berarti dia tidak perlu melakukan de-Soekarnoisasi setelah berkuasa. Artinya program seperti PRIMA (roket) dan Kopelapip (dirgantara) bakal terus berjalan. Indonesia bisa memproduksi roket sendiri dan punya industri dirgantara jauh lebih pagi. Pak Habibie tinggal menyempurnakan.
  4. Mahasiswa jebolan program MAHID (Mahasiswa Ikatan Dinas), akan bebas untuk kembali ke Indonesia dan dikaryakan untuk membangun industri di Indonesia.
  5. Dengan SDM yang lebih mumpuni, oil boom yang terjadi di tahun 1970an akan bisa dikelola dengan baik untuk meningkatkan keuangan negara, bukan disikapi dengan membentuk bisnis rente macam Petral.
  6. Walau dekat dengan Bung Karno, bukan berarti dia menelan mentah-mentah semua yang berhubungan dengan Bung Karno. Konfrontasi dengan Malaysia (yang tidak disetujui AD) dan proyek mercusuar yang bersifat kosmetik tetap akan dihentikan. Komunisme juga tentunya akan tetap dipangkas, karena beliau juga anti-komunis.
  7. Karena Pak Achmad Yani tidak perlu melakukan de-Soekarnoisasi, TNI AL dan TNI AU tidak akan dikerdilkan apalagi difitnah sebagai komunis.
  8. Pak Achmad Yani dan satuan Banteng Raiders yang didirikannya pernah melawan DI/TII.  
  9. EDIT: Bonus
Tahun 1976.
US: Woy Indo. Tolong dong. Itu ada wilayah bekas jajahan Portugis yang satu pulau sama wilayah lu dikuasain komunis. Lu serang deh. Ntar gua restuin dia jadi daerah lu.
Achmad Yani: Go to hell, dude.
Add caption

πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Jika Jend. Achmad Yani menjadi Presiden Indonesia ke 2, Indonesia Bisa menjadi NEGARA MAJU ?



Selengkapnya

Artikel Terkait Lainnya

YesMuslim.Info

Portal Muslim Terupdate !





Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini