Langkah "Gila" Erdogan, Mengembalikan Hagia Sophia Menjadi Masjid

  Yes    Muslim    - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memerintahkan untuk mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Perintah Erdogan disampaikan setelah sebelumnya pengadilan tinggi Turki mencabut status museum yang disematkan kepada Hagia Sophia.







Perintah presiden Erdogan itu disampaikan lewat sebuah dekrit yang dikeluarkan hari Jumat, 10 Juli 2020. Lewat dekrit itu pengurusan Hagia Sophia tak lagi di bawah Menteri Kebudayaan, namun di Kementerian Urusan Agama.

Pengadilan tinggi Turki memutuskan pada Jumat, 10 Juli 2020 bahwa konversi Hagia Sophia menjadi museum pada 1934 adalah melanggar hukum. Putusan pengadilan itu membatalkan keputusan kabinet Turki tahun 1934, yang dipimpin tokoh sekuler Mustafa Kemal Ataturk.


Dekrit perubahan Hagia Shopia menjadi masjid diunggah di akun twitter Presiden Erdogan.





Dekrit Presiden Turki

Karena Mahkamah Agung Turki telah membatalkan keputusan kabinet pemerintah Turki pada tahub 1934 terkait perubahan Aya Sophia menjadi Museum, maka kami memutuskan bahwa manajemen Masjid Aya Sophia diserahkan kepada Direktorat Urusan Agama untuk dibuka kembali sebagai Masjid. 

10 Juli 2020

Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki

Pengamat internasional, Herriy Cahyadi menyebut langkah Erdogan mengembalikan Hagia Shopia menjadi masjid ini sebagai langkah 'gila' dan berani.

"Ini adalah langkah gila dan berani dari @RTErdogan dkk. Ini adalah 75% dari proyek re-Islamisasi Turki. Langkah legal, sabar, dan penuh perhitungan. Ciri khas Erdogan yg sangat berbeda dg org-org Islamis lainnya. Hayirlisi TΓΌrkiye!" kata Herriy Cahyadi di akun twitternya.

Kenapa disebut langkah gila dan berani?

Herriy Cahyadi yang kini tengah menempuh studi doktoral di Turki itu menguraikan:

- Masjid Hagia Shopia adalah tuntutan dari banyak kelompok di Turki, terutama dari kelompok Islamis di Saadet Partisi. Mereka selama ini terang-terangan memusuhi Erdogan.



- Museum Hagia Shopia itu selama ini menjadi pemasukan terbesar dari turisme Turki. Tiket masuknya mahal, 150-250 ribu sekali masuk tergantung kurs. Lihat gimana Erdogan tak mementingkan ekonomi-parwisata ketimbang ambisinya. Hagia Shopia jadi masjid maka sekarang masuk menjadi gratis. Hilang itu income terbesar dari lingkaran emas historis Istanbul.

- Selama ini, Hagia Shopia hanya relay azan sahut-sahutan dengan Blue Mosque. Dulu saya heran, kok di menara Hagia Shopia ada speaker dan azan juga meski itu masih menjadi museum. Saya baru sadar dulu, itu adalah langkah-langkah kecil untuk memberikan nuansa kemasjidan. Saya pikir: ini orang (Erodgan) memang taktis.

- Bersyukurlah kalian nanti yang mau jalan-jalan ke Istanbul ga perlu bayar lagi untuk masuk. Cukup shalat dan bisa lihat kemegahan bangunan Hagia Shopia eks gereja Byzantium ini. Memang magnificent! Blue Mosque dibuat untuk menandinginya.

(Dari twit @herricahyadi)

DULU untuk masuk Hagia Shopia ambil KARCIS dulu..
SEKARANG untuk masuk Hagia Shopia ambil WUDHU dulu..

MASYA ALLAH....


MASYA ALLAH....

πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Langkah "Gila" Erdogan, Mengembalikan Hagia Sophia Menjadi Masjid



Selengkapnya

Petinju yang Meng-KO Tyson Masuk Islam Setelah Dengar Adzan di Turki







  Yes    Muslim    -  Mungkin publik Indonesia tidak banyak yang mengenal Danny Williams diatas arena tinju. Namun, pria kelahiran Kota London tanggal 13 Juli 1973 ini pernah mengalahkan Mike Tyson pada 31 Juli 2004. Ketika itu, Williams yang tidak diunggulkan memukul KO Mike Tyson, sang legenda tinju dunia pada ronde keempat.

Padahal, dalam pertandingan yang diadakan di Freedom Hall State Fairground, Louisville, Kentucky, Williams tidak diunggulkan. Sementara itu, banyak pihak yang mengunggulkan si ‘Leher Beton’. Namun, kenyataan yang terjadi sebaliknya. Tyson, yang sempat mendominasi pembukaan dua ronde dalam pertandingan comeback-nya ke dunia tinju, secara mengejutkan berhasil dikalahkan di ronde ke-4.

Tidak banyak publik yang mengetahui bahwa Danny Williams adalah seorang Muslim. Sebelum memeluk Islam, Williams adalah seorang penganut Kristen yang taat. Ketertarikan petinju asal Inggris ini terhadap Islam bermula saat ia tengah menjalani liburan di Turki tahun 2000. Saat berada di Turki ini, Williams mendengar suara adzan. “Aku merinding saat mendengar suara azan tersebut,” ujarnya kepada kantor berita BBC.




William mengakui bahwa tantangan terberat baginya adalah saat harus bertanding pada bulan Ramadhan. Karena tinju dikenal sebagai salah satu cabang olahraga yang syarat dengan kekerasan fisik, seperti memukul orang. Padahal, ungkap Williams, para pemeluknya dilarang melakukan hal tersebut apalagi saat bulan Ramadhan. Hal itu diakuinya kerap menimbulkan pertentangan di dalam batinnya.


Pengalaman bertanding saat bulan Ramadhan pernah ia alami di tahun 2006 lalu. Kala itu Williams dijadwalkan akan bertanding melawan Matt Skelton pada Juli 2006.

Dalam duel tersebut, Williams mengalami kekalahan pada ronde ke-3 dan cedera serius pada bagian hidungnya. Namun, diakui Williams, dirinya tidak pernah menyesali kekalahan tersebut. Baginya, mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik dan sempurna jauh lebih penting dari kemenangan saat bertinju.

Williams menambahkan, dalam bulan puasa, Allah melarang umatnya untuk mencaci, memukul, dan lain sebagainya karena hal itu bisa memengaruhi pahala puasa. “Sebagai Muslim yang baik, tentunya di saat Ramadhan harus melakukan hal-hal yang baik. Tidak ada memukul, berdebat dengan orang, intinya Anda harus dalam kondisi bersih dari perbuatan tercela sebisa mungkin,” ungkap Williams, layaknya seorang pendakwah.

“Aku menyadari betul bahwa pada satu titik aku harus memutuskan apakah akan tetap menjalankan profesi sebagai petinju yang kerap bertentangan dengan ajaran Islam atau harus keluar dari olahraga ini.”

Kendati sulit, pada pertengahan tahun ini, Williams memutuskan untuk berhenti dari dunia tinju yang sudah digelutinya selama 15 tahun lebih. Pertarungan melawan Derek Chisora pada 15 Mei 2010 seakan menjadi duel terakhir yang dilakoni Williams di dunia yang telah membesarkan namanya.

Sebelum pertandingan, kepada pers Williams mengungkapkan bahwa pertarungannya dengan Chisora kemungkinan akan menjadi penampilannya yang terakhir di atas ring, baik hasilnya ia menang maupun kalah.

Dalam pertandingan tersebut, Chisora berhasil memukul KO Williams pada ronde kedua dan Chisora keluar sebagai juara. Williams pun memutuskan untuk tidak meneruskan kegiatannya dalam bertinju dan fokus mengabdikan dirinya untuk beribadah kepada Allah. [Fh/Islampos/islamislogic]


Momen Mike Tyson Dipukul Jatuh Danny Williams


PETINJU kelas berat asal Inggris, Danny Williams, bukanlah sosok petarung yang memiliki catatan mentereng. Terbukti sepanjang kariernya, Williams sempat merasakan 26 kekalahan dari 75 pertandingan yang dilakoni.
Namun, Williams sempat membuat kejutan dengan mengalahkan mantan juara dunia kelas berat versi WBA, WBC dan IBF, Mike Tyson. Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Freedom Hall, Louisville, Kentucky, Williams memukul jatuh Tyson pada ronde keempat.


Akan tetapi tidak mengherankan Tyson kalah dari Williams saat itu. Sejak pertengahan 1990-an hingga era 2000-an, Tyson seperti tak lagi fokus bertinju. Kontroversi lebih lekat dengan petinju berjuluk Leher Beton tersebut ketimbang meraih prestasi.
Berikut ini momen saat Williams memukul jatuh Tyson:
(Ram)





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 




πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Petinju yang Meng-KO Tyson Masuk Islam Setelah Dengar Adzan di Turki



Selengkapnya

Hebohkan Medsos, Inilah Kisah Mualaf Cantik Asal Korea yang MASUK ISLAM

  Yes    Muslim    - Ayana Johye Moon sempat menghebohkan media sosial pada 2015, usai keputusannya memeluk Islam dan mengunduh fotonya yang berjilbab. Uniknya, saat ini Ayana tengah mewujudkan minatnya belajar Alquran, terutama usai menyadari invasi AS di Irak pada 2003 lalu.

Dilansir dari Malaysian Digest, Rabu, 25 Januari 2017, Ayana memposting videonya di YouTube pada Senin, 23 Januari 2017, dan mengaku tengah menelusuri internet demi mengumpulkan informasi tentang Irak, yang Islam merupakan agama resmi.




Namun, ia mengungkapkan, ketertarikannya kepada agama sudah mulai sejak usia 8-9 tahun, dan menemukan kata Islam begitu menarik dan merasa itu tidak seperti nama agama.

"Jadi, saya mulai melakukan penelitian tentang Islam dan melihat mereka mengenakan pakaian longgar, menutupi wajah mereka dengan niqab dan mengenakan jilbab seperti saya hari ini," tutur dara berusia 22 tahun tersebut.



Ia menerangkan, rasa ingin tahunya tentang Islam Tumbuh saat berada di sekolah tinggi dan diketahui oleh guru serta orang tuanya, yang seperti Ayana karena sering mengasosiasikan Islam secara negatif. Tapi, usai melakukan banyak penelitian dan memperbanyak bacaan tentang kehidupan Muslim di Timur Tengah, mulailah persepsinya tentang Islam dan Muslim berubah secara perlahan.



Bertekad kuat memuaskan rasa ingin tahunya, Ayana mendaftar ke camp World Assembly of Muslim Youths (WAMY) di Korea selama tiga hari dua malam. Sejak itu, ia mengaku jadi lebih sering mengikuti program-program keagamaan yang banyak diselenggarakan masjid-masjid setiap pekan, sampai mengantarkan Ayana akhirnya benar-benar berkeinginan untuk bisa memeluk Islam.





"Saya bergabung dengan program mingguan di Masjid Salam Nuri dan di sana saya bertemu mentor saya, Paman Amin, dan saya belajar tentang Islam sampai saya menjadi seorang Muslim Korea," ujar Ayana.

Meski begitu, ia menambahkan, pengalamannya memeluk Islam bukanlah tugas yang mudah, terutama karena kekhawatiran kalau keluarga dan teman-temannya akan dirugikan akibat keputusannya memeluk Islam.

Maka itu, Ayana menegaskan postingannya di YouTube tentang pengalamannya merupakan pengalaman pribadi, dan tidak mewakili komunitas Islam dan Muslim secara keseluruhan.

Penulis: Wahyu Suryana



πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Hebohkan Medsos, Inilah Kisah Mualaf Cantik Asal Korea yang MASUK ISLAM



Selengkapnya

Kisah Melissa Oentoro (Mantan Ketua Kebaktian) : "Hidayah Islam Itu Indah 😊"

  Yes    Muslim    - Melissa Oentoro mahasiswi Universitas Pelita Harapan di Lippo Karawaci, mantan ketua kebaktian  bahasa Inggris gereja Stella Maris ini mendapat petunjuk dan menerima hidayah Allah Ta'ala (sebagaimana 2 frather di gerejanya yang sudah lebih dahulu masuk Islam, satu diantaranya menjadi ketum Mualaf Center Indonesia - Haji Steven Indra Wibowo).


(Melissa Oentoro)


Selama 3 tahun Melissa berdialog dengan kita..

Awalnya dialog dilakukan Melissa justru untuk mencela Islam dan mencari kesalahan Islam, saat itu Melissa bertujuan untuk memurtadkan lawan dialognya.

Karena sudah lama diketahui oleh Melissa bahwa kelemahan umat muslim saat ini adalah Al-Islamu mahjuubun bil muslimin (kebenaran Islam tertutup oleh umat Islam sendiri).

Cahaya keindahan Islam tertutupi oleh perilaku buruk ummat Islam. Dan perilaku-perilaku itu sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam. Bukan bagian dari ajaran Islam.

Akan tetapi karena dari mulut mereka setiap saat mengaku bahwa mereka adalah umat Islam, maka wajar jika banyak orang menganggap seperti itulah ajaran Islam. Padahal itu bukan ajaran Islam.

Akibatnya, jika yang dilihat adalah perilaku sebagian umat Islam yang tidak terpuji itu, dan itu yang dijadikan timbangan, maka orang yang tidak mempelajari dan menggunakan akalnya akan antipati kepada Islam. Tak ayal, cahaya keindahan Islam tertutupi.

Alhamdulillah setelah Melissa mengikuti Dzikir Akbar di Mesjd Az Zikra Ustad Arifin Ilham Sentul Bogor melihat sendiri betapa masih banyak kaum muslim yang berusaha mencintai Allah dan menegakkan sunnah - sunnah Rasul juga saling mencintai sebagaimana diri mereka sendiri bersama Jamaah Majelis Az Zikra semua berikhtiar menghidupkan Cahaya Keindahan islam..

Bertemu keluarga besar az-Zikra semakin membuatnya yakin bahwa Islam sesungguhnya adalah Rahmatan Lil Alamin, bahkan pandangan Melissa terhadap Poligami pun berubah dan mengatakan bahwa jika menikah untuk Allah maka Poligami itu indah.

Melissa memutuskan bersyahadat disaksikan ayahandanya dan puluhan ribu ikhwan fillah..

Kebenaran suatu agama terletak pada kitab sucinya, bukan pada manusianya..

Kisah Melissa panjang jika saya tuliskan disini, in syaa Allah kedepan akan di tuliskan sendiri oleh Melissa.

Singkat cerita, sebelum memutuskan masuk Islam hampir sebulan Melissa yang belum muslim terbangun setiap hari, tiap dini hari jam 02.59 WIB dan dikepalanya terngiang adzan. Namun Melissa mendapat pertentangan dari dalam dan luar lingkungannya.

Kepada saya dan istri saya Melissa telah mengakui semua kesalahan dan kekhilafannya sebelum masuk Islam. Melissa sudah bertaubat sesungguhnya taubat dan ingin berubah menjadi seorang hamba Allah yang disayang Allah, ingin hidup tenang dan bahagia dunia dan akhirat, dan ini hanya bisa dicapai jika mau bertauhid dan menjalankan syariat..

Saat ini Melissa dibina dan dibimbing oleh team kami Nanda Putri, Siti Malikah Feer, Devia Sherly dan akan belajar Tauhid di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Melissa telah meninggalkan semua fasilitas, kemewahan, kenikmatan dan kenyamanan dunia yang menipu yang langsung diganti Allah dengan hadiah ibadah Umroh Gratis yang akan dijalankannya bulan depan tanggal 07 April 2016.

Kita doakan Melissa yang sekarang diberi nama Fitrya Zuhdah oleh murobi kita Ustadz K.H. Muhammad Arifin Ilham menjadi manusia baru, seorang muslimah yang kaffah dan Istiqomah yang membawa keindahan Islam dalam hidupnya.


"Pada hari ini Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan Aku telah cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah meridai Islam sebagai agamamu." (QS al-Maidah: 3)

Jangan tuntut mereka, tapi mari kita tuntun mereka. Sentuh mereka dengan hati, pikiran, lisan, sikap perbuatan yang telah diteladankan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Subhanallah wa bi hamdihi astaghfirullah wa atuubu ilaih (Mahasuci Allah dan dengan memujiNya, saya memohon ampunan kepada Allah dan saya bertaubat kepadaNya)

Action talk louder than word.. kita tidak perlu berdebat apalagi bertikai untuk membuktikan tongkat mana yang lurus dan tongkat mana yang bengkok, letakkan saja tongkat yang lurus disebelah tongkat yang bengkok itu.

Subhanakallahumma robbana wa bi hamdika, Allahummagh firlii (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Ya Allah ampunilah aku).

Allahu Akbarrr..

___

*dari status fb Hanny Kristianto (Sekjen Mualaf Center Indonesia)

πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Kisah Melissa Oentoro (Mantan Ketua Kebaktian) : "Hidayah Islam Itu Indah 😊"



Selengkapnya

Izinkan Anaknya Masuk Islam, Pria Ini Ungkap Alasan yang Bikin Merinding

  Yes    Muslim    - Pindah agama menjadi hal yang tak mudah, apalagi jika keyakinan tersebut berbeda dengan keluarga besar. Namun, sebuah wanita berdarah Tionghoa di Singapura berhasil menyentuh hati banyak orang.

Wanita itu bernama Jinghan Naan. Ia membuktikan stigma orang-orang yang menganggap orang Tionghoa sulit berpindah agama. Melalui akun Facebook-nya. Ia mengunggah percakapan ayahnya dengan seorang penjual saat berbelanja.


Sang penjual kaget mengetahui keduanya bukan orang Malaysia karena Jinghan memakai hijab. "Tapi anakmu memakai hijab? Apakah ia China muslim?" tanya sang penjual.

Ayah Jinghan mengiyakan bahwa anaknya adalah seorang China muslim. Kemudian sang penjual bertanya kembali apakah sang ayah mengizinkan anaknya untuk berpindah agama. Ayah Jinghan pun mengiyakan dan mengaku mendukung anaknya. Sang penjual terlihat terkejut dan berkomentar hal itu sangat jarang terjadi.

Merasa penasaran, Jinghan pun ikut bertanya kepada ayahnya kenapa sang ayah mengizinkan Jinghan memeluk agama Islam. Jawaban sang ayah ternyata membuatnya sangat terenyuh.






"Apa tujuan hidup? Mencari kebahagiaan. Beda orang, beda juga cara mendapat kebahagiaannya. Beberapa orang mungkin menemukan kebahagiaan dalam harga, sebagian lagi dalam keluarga, dan sebagian lagi dalam agama. Sebagai orang tua, apa sih yang kita paling inginkan? Kita ingin anak-anak kita bahagia," jawab sang ayah kepada Jinghan dilansir dari WorldofBuzz.


Jawaban sang ayah menjadi sesuatu yang tak terlupakan bagi Jinghan. Ia juga sangat mengagumi ayahnya yang menomorsatukan kebahagiaannya hingga tak bergeming dengan celoteh orang lain yang terkadang negatif.

Postingan Jinghan tentang ayahnya ini sudah mendapatkan 17 ribu like di Facebook dan 1300 komentar. Banyak yang mengagumi sosok ayahnya, dan menjadikannya contoh positif di tengah peliknya toleransi umat beragama sekarang ini.



πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Izinkan Anaknya Masuk Islam, Pria Ini Ungkap Alasan yang Bikin Merinding



Selengkapnya

Cenderung ke Budha, Bolak-Balik Gereja Katedral & Masjid Istiqlal, Akirnya mantap ISLAM

  Yes    Muslim    -  Islam dulu bukanlah pilihan pria ini. Namanya Steven Indra Wibowo. Pilihannya dulu malah cenderung ke Budha. Karena dua generasi di atasnya tak sedikit yang beragama Budha.





"Kita orang Tiongkok, kita ditancapin di kepala, lahir dimanapun di penjuru dunia kita tetap orang Tiongkok. 'Kayaknya saya balik ke Budha deh' karena jenuh aja dengan Katholik," tuturnya beberapa waktu lalu di sebuah kajian perkantoran.

Ia merasa jenuh dengan pembaptisan, kasih sakramen minyak dan katekisasi yang hampir setiap hari.

Awal pertama kali mengenal Islam ia akui sebagai bentuk keisengan. Bertanya kepada teman apakah ia bisa masuk agama Islam.

"Lu serius, gereja gimana?" Katanya menirukan omongan temannya. 

Ia pun bilang itu bisa dikondisikan.

Akhirnya ia membaca kalimat syahadat yang dipandu oleh ustadz dari teman tersebut. Ternyata masuk Islam tidak seribet baptis dalam Katholik baginya.

Uniknya, selepas masuk Islam Steven masih melayani di gereja. Sebab ia tidak tahu harus bagaimana karena sang teman tidak mengajarinya apa-apa. Namun ia mencoba mencari-cari, menyeberang dari Katedral ke Istiqlal.

Waktu Dhuhur tiba, ia membuka jubah di gereja. Membuka semua perangkat ibadah kekatholikan. Hanya tersisa kalung rosario, kalung salib. Yang ia sembunyikan di balik baju. Sebab itu pemberian kardinal yang tidak pernah ia lepas. Ia pun ke masjid Istiqlal untuk sholat.

Suatu kali ia pernah ketahuan muslim, yang melihat kalungnya menyembul dari baju, di sela-sela kancing.

"Taruh di loker saja," kata muslim tersebut yang tidak lain adalah marbot masjid.

Bapak marbot itulah yang pada akhirnya mengajarinya tentang Islam. Tentang wudhunya yang salah, hanya mengikuti orang-orang saja dan sebagainya. Sebab selama ini ia hanya observer, memperhatikan muslim lain bagaimana ibadahnya.

Pagi ia melakukan ibadat ekaristi, lalu siangnya sholat Dhuhur, sore sholat Ashar, habis itu melayani lagi di gereja. "Hidup saya ketika itu aneh. Serius! Hidup saya bolak-balik (dari Katedral ke Istiqlal). Oh sholat Dhuhur kayak gini, sholat Ashar kayak gini. Tapi saya nyaman dengan Islam," kata dia.

Ia pun memutuskan ketidaklaziman tersebut setelah enam bulan kemudian. Bolak-balik gereja masjid. Ke masjid sholat, di gereja baptis orang. Pernah ia agak terganggu dengan ibu yang mau proses katekisasi karena berbarengan dengan waktu Dhuhur. "Nanti saja Bu. Saya mau nyeberang (Istiqlal)," kisahnya. Ia pun keluar dari pintu belakang agar tidak ketahuan ibu tersebut.

"Bapak darimana basah-basah?" tanya ibu tersebut seusai Steven sholat Dhuhur.

Steven menjelaskan bahwa ia sedang ada kerjaan kecil yang memakan keringat.

Pada akhirnya Steven memutuskan untuk resign dari gereja. Seharusnya sebagai pengabdi gereja tidak ada kata resign kecuali kecuali kematian.

Papanya pun sempat heran saat Steven bilang resign.

"Ada masalah dengan iman?" tanya papanya.

Ia menjawab tidak ada. "Masalahnya saya tidak lagi di iman Katholik, Pa!"

"Saya sudah Islam," katanya lagi. Ia menyadari ada kesalahan dalam penyampaian sehingga harus beradu fisik dengan ayahnya. Hingga akhirnya ia masuk rumah sakit.

Tidak lama kemudian datang advokat keluarga membawa beberapa lembar surat ke rumah sakit.

Steven diminta tanda tangan, "Pelepasan hak waris," kata advokat itu. Steven pasrah saja dan sudah tahu sedari awal.

Ia pergi dari rumah dan menghadapi kehidupan yang lebih menantang. Hingga kini ia masih istiqomah berislam dan aktif berdakwah di Muallaf Center. [opinibangsa.info / bdn]



πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Cenderung ke Budha, Bolak-Balik Gereja Katedral & Masjid Istiqlal, Akirnya mantap ISLAM



Selengkapnya

Berawal Dari SMS Menghujat, Satu Keluarga Akhirnya Bersyahadat






  Yes    Muslim    - [Penuturan dari Steven Indra Wibowo Ketua Mualaf Center Indonesia]

Bismillahirahmanirahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada satu cerita yang akan saya bagikan tentang bagaimana akhirnya satu keluarga diijinkan Allah untuk mendapat hidayahNya, maasyaAllah.

Di pertengahan bulan november 2007, datang seorang bapak A yang menghubungi saya melalui email dan mengajak konsultasi karena beliau murtad sudah lebih dari 30 tahun, karena pernikahan tentunya dan sekarang dia mau kembali ke Islam, singkat cerita akhirnya beliau bersyahadat di Desember 2007 alhamdulillah dan meninggal di Januari 2008.

Lalu setelah dikuburkan secara Islam, walau dengan sedikit penolakan dari anak dan istri bapak A tersebut, kami tetap memakamkan beliau secara Islam.

Istri dari (alm) bapak A ini mengawali komunikasi dengan kami dengan cara menghujat kami, perlahan lahan sms sms kasar itu berubah menjadi pertanyaan, dan pertanyaan menjadi belajar, sampai akhirnya di Oktober 2008 istri bapak A akhirnya bersyahadat alhamdulillah.

Nah untuk belajar baca Quran dan shalat, kami utus relawan kami yang akhwat, dan kebetulan yang mau mengajar dan volunteer yang bersedia umurnya masih muda (20 - 25), nah sepanjang belajar saya hanya follow up sesekali sembari bertanya progress nya sudah dimana ibu itu belajar.

Lalu alhamdulillah, Allah beri lagi kejutan kepada kami saat volunteer akhwat itu di pertengahan Juli 2009 mengontak saya dan bilang, "koh, anak bontot (bungsu) si ibu mau syahadat."

Alhamdulillah ternyata selama ibu nya belajar, si anak menyaksikan dan mengamati dan akhirnya tertarik dengan Islam, akhirnya saya bantu dia bersyahadat lalu bawa dia ke tukang sunat untuk berkhitan dan alhamdulillah lancar.

Dan sejalan nya waktu, anak anak yang lain dari ibu itu satu per satu sampai ke5 anaknya bersyahadat semua, sampai yang terakhir awal 2010, sehingga keluarga beliau sudah 100% beragama Islam insyaaAllah.

Dan baru minggu lalu, saya diberi informasi bahwa ibu sudah meninggal, inalillahi wa ina ilaihi rojiun, semoga amal ibu itu yang baru 6 tahun lebih ini diterima Allah.

Dan itulah jalan hidayah dari Allah, saya manusia yang tidak mungkin mengingat semua mualaf yang saya temui, namun Allah punya cara untuk buat saya ingat mereka dan silaturahmi ini akhirnya terjalin kembali.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Senin, 1 Februari 2016

Steven Indra Wibowo
Ketua Mualaf Center (mualaf.com)

___
*Keterangan foto: Koh Steven Indra Wibowo (lingkaran merah) beserta istri (jilbab), dan ortu Steven Indra Wibowo.



πŸ“’ Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Berawal Dari SMS Menghujat, Satu Keluarga Akhirnya Bersyahadat



Selengkapnya

Artikel Terkait Lainnya

YesMuslim.Info

Portal Muslim Terupdate !





Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini