(VIDEO) Jangankan Alat Rapid Test, Kungfu Cina pun Sebenarnya PALSU !

  Yes    Muslim    - Xu Xiaodong ingin membuktikan bahwa Kungfu Cina, dengan segala variannya, hanya hebat di layar kaca.

Bukan lagi bela diri, tapi lebih ke komersil, dan gerakan-gerakan yang di-modifikasi, supaya terlihat indah. Namun, tak efektif untuk pertarungan, sebenarnya.

Wei Lei, seorang guru besar Tai Chi di Tiongkok, menyambut tantangan. Di-gelarlah pertarungan yang diliput media-media nasional.

Tragis, 10 detik berlangsung, pertarungan dengan hasil sang Master, terkapar dan digotong keluar.

Dalam wawancara, dia mengaku kalah, karena lantainya licin.




Dunia persilatan Tiongkok heboh, Ding Hao, sang Master Wing Chun, menantang Xu.

Pertarungan kembali digelar dengan siaran langsung, tapi kasian, di detik ke-72, Master Wingchun, yang mengaku murid keempat Ip Man, tak mampu bertahan.

Sang Master Wing Chun, menyalahkan panitia sebagai penyebab kekalahannya, karena hanya memberi dia sedikit makan sebelum pertarungan.






Muncul Lu Xiang, Master Shaolin, meladeni tantangan Xu. Tapi nasibnya tak jauh beda dengan sejawat sebelumnya.

Tampil lagi Tian Ye Master Wushu, tapi ini lebih menyedihkan. Dia harus turun ring dengan balutan perban di wajahnya.





Melihat hal ini, pemerintah Tiongkok, menjatuhkan sanksi kepada Xu, karena dianggap membuat malu Kebudayaan Cina.

Seluruh fasilitasnya dicabut, rekeningnya dibekukan, dan akun-akun media sosialnya dibredel.

Pihak otoritas, ingin Kungfu Cina, tetap harus dianggap hebat.

Walaupun nyatanya, mereka pernah diJajah oleh Inggris dan Jepang, yang notabene negaranya lebih kecil.

Maka jangan heran, kalau Kungfu Cina, saja bisa dimanipulasi, apalagi cuma alat rapid test, yang sampel dari buah Mangga pun, jadi positif Corona.

Oleh: Bang Fathul






Tai Chi Vs. MMA Xu Xiaodong Vs. Wei Lei






Kung Fu Master Fights Xu Xiaodong For 30 Million - MMA vs Kung Fu




Tian Ye, our Kung Fu Master finally fought Xu Xiaodong, our Chinese MMA Mad Dog. Let's see how this Kung Fu "Master" did in his fight against the outspoken Chinese MMA fighter (搏击狂人). This fight was under kickboxing rules, in our observation. There was no ground fighting. Let's see which fighter was the better striker. 田野 is sometimes known as the 青岛里合腿, meaning the "inside kick master of Qingdao." Let's see if he uses any kicks during the match. Jerry and Rob bring you running commentary on this fight that took place in China in January. The rules were (according to online sources), if the "Master" won, he got 30 million from a Chinese rich person, and if he lost, he would still get 3 million. Looks like some millionaire in China just really wants to see Xu Xiaodong get into fights. Talk to you guys in the comments. For those of you who want to search in Chinese, Xu Xiaodong is 徐晓冬. Tian Ye is 田野. Would you take this fight for that much money? Pull a Mayweather, so to speak. Also, 2020 update: Tian Ye might have overstated how much he was paid to take on Xu Xiaodong and represent TCMA! Just remember that when you're watching!



Chinese MMA fighter Xu Xiaodong's biggest fight












📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ (VIDEO) Jangankan Alat Rapid Test, Kungfu Cina pun Sebenarnya PALSU !



Selengkapnya

Jadi Satu-satunya Partai Oposisi yang Lantang Ke Penguasa, Mampukah PKS Berjaya di 2024 ?

  Yes    Muslim    - Entah publik sadari atau tidak, faktanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) acapkali dinilai menjadi anomali bagi stigma kepada partai politik yang disebut membantu “kalau ada maunya”. 

Terbaru, hal tersebut digambarkan PKS dengan menjadi partai politik pertama yang memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam membantu optimalisasi penanganan Covid-19.




Keintiman yang ditunjukkan partai politik (parpol) kepada masyarakat menjadi hal jamak dan lumrah kala mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) untuk mengumbar janji dan tidak jarang memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun ketika pemilu usai dan saat masyarakat membutuhkan, kebanyakan parpol yang notabene menjadi garda terdepan aspirasi rakyat, sama sekali tidak terlihat.

Hal yang kita kenal dengan pragmatisme politik menjadi repetisi musiman kala genderang kampanye jelang pemilu bergulir. Ward Berenschot dalam bukunya yang berjudul “Democracy For Sale; Elections, Clientelism and The State In Indonesia”, menyoroti maraknya politik uang pada pemilu di Indonesia. Menurutnya fenomena itu cenderung naik ke tingkat ketataran yang lebih tinggi, yakni menjadi sebuah sistem yang ia sebut sistem politik transaksional.



Berkorelasi dengan politik transaksional, Firman Noor dalam jurnalnya, “Mencermati Kampanye Pileg 2009: Gradasi Peran Partai dan Gejala Pragmatisme”, menyatakan bahwa kampanye dipandang sebagai sebuah ajang pertukaran keuntungan yang bersifat praktis dan perolehan suara dipandang sebagai sebuah konsekuensi dari sejumlah pengeluaran atau harga.

Penjelasan secara ilmiah dari gejala politik di Indonesia tersebut menggambarkan apa yang rakyat benar-benar alami dan rasakan di lapangan. Terlebih ketika rakyat mengalami situasi sulit seperti bencana maupun krisis. Pada titik itu, sangat jarang parpol, atau paling tidak kader-kadernya yang telah terpilih oleh rakyat, hadir membantu atau sekedar memberikan afeksi dan semangat bagi masyarakat terdampak langsung di lapangan.

Janji parpol yang penuh semangat perubahan yang lebih baik ataupun bantuan yang diberikan jelang kontestasi, seakan menjelma menjadi tipuan belaka ketika datang masanya masyarakat benar-benar berada dalam keadaan sulit dan membutuhkan uluran tangan. Hal inilah yang kemudian menciptakan kesan pragmatisme dalam politik.





Mungkin tidak semua demikian, namun faktanya hanya sedikit parpol yang secara konsisten bergerak cepat terjun ke lapangan ketika masyarakat sedang berada dalam keadaan sulit seperti bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Hal itu tentu menjadi nilai lebih tersendiri di mata masyarakat ketika kebanyakan tokoh dan pejabat justru disibukkan diskusi dan perdebatan yang memakan waktu, alih-alih ikut membantu penanganan situasi tersebut.

Berdasarkan riwayatnya dan tanpa tendensi tertentu, di Indonesia sendiri terdapat parpol yang dinilai seolah menjadi anomali tersendiri di tengah hiruk pikuk pragmatisme dunia politik. Adalah PKS, atau Partai Keadilan Sejahtera, yang baru-baru ini menorehkan impresi cukup baik kala menjadi parpol pertama yang memberikan kontribusi nyata dengan menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat di Jakarta pada 26 Maret lalu.

Selain itu, PKS juga kerap mengambil peran sebagai parpol terdepan dan pertama dalam beberapa bencana yang terjadi di Indonesia melalui pengiriman relawan serta pendirian posko-posko darurat yang manfaatnya cepat dirasakan dan membantu masyarakat di saat-saat kritis. Seperti misalnya yang telah dilakukan pada saat gempa Lebak, tsunami Selat Sunda, gempa dan tsunami Palu-Donggala, gempa Lombok, hingga banjir dan longsor di beberapa daerah di Indonesia.
Lalu, dengan fakta demikian, apakah sudah saatnya bagi PKS untuk dapat lebih diperhitungkan sebagai partai dengan kredibilitas riil yang tinggi dalam persaingannya menuju 2024?

Konsistensi Pencitraan dan Kemaslahatan

“Pencitraan” semakin hari kian diasosiasikan sebagai istilah bermakna negatif, terutama dalam dunia politik. Padahal nyatanya citra adalah hal penting bagi siapapun dalam menentukan proses hingga output sebuah interaksi. Agaknya, makna negatif “pencitraan” semacam lingkaran saling terkait dengan pragmatisme dalam alam politik transaksional yang telah teruji secara empirik dan teoritis seperti penjelasan sebelumnya.
Dan ketika pihak tertentu, dalam hal ini partai politik, berbuat suatu yang bernilai baik, terlanjur acapkali diinterpretasikan masyarakat secara skeptis. Meskipun secara harfiah agak sulit untuk menentukan niat orisinil dari seseorang atau pihak tertentu terhadap citra yang ditampilkannya secara visual.


Dalam publikasi “Taking Sides: A Fixed Choice Theory of Political Reasoning” yang ditulis oleh Paul Sniderdman, dalam logika kontestasi, partai politik membangun reputasi untuk mempertahankan nilai-nilai tertentu dan untuk mengejar tujuan tertentu pula. Dan sebagai pihak yang bersaing dari waktu ke waktu, reputasi seperti itu diperkuat.
Dalam hal ini, PKS sebagai partai yang telah melalui lima pemilu sepanjang kiprahnya di perpolitikan Indonesia, memiliki strategi khusus yang tentunya sesuai dengan ideologi partai. Berlatar belakang partai dakwah dan Islam di negara mayoritas muslim, PKS secara konsisten memanfaatkan dan membentuk reputasi berdasarkan nilai-nilai Islami namun berbeda dengan partai-partai bernuasna Islam terdahulu.
Burhanuddin Muhtadi, seorang peneliti politik mengatakan bahwa di awal kemunculannya –kala itu masih bernama Partai Keadilan (PK)– pada 1999, PK menarik perhatian banyak pengamat politik karena menjadi debutan yang terorganisir rapi dan memiliki agenda program yang jelas. Tak seperti partai Islam lain, yang bergantung pada ketokohan atau figur, PK mengedepankan egalitarianisme, mementingkan kekuatan kolektif.
Selain itu, dalam perjalanannya, PKS memiliki semangat tersendiri dan aktif dalam merespon bencana alam secara cepat dengan memanfaatkan kekuatan kolektifnya. Pada gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 misalnya, PKS aktif mengkoordinir relawan Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Aceh (KKIA) dalam membantu pendirian posko-posko pengungsian yang tersebar di berbagai lokasi. Selain itu, PKS juga membuka pengobatan gratis dan bekerjasama dengan para dokter serta paramedis dari BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia).
Sejak “debut” dalam tanggap darurat pada gempa dan tsunami Aceh, PKS secara konsisten menjadi parpol terdepan yang secara responsif memberikan kontribusi bagi pertolongan pertama serta tanggap darurat kala bencana alam terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti gunung meletus, gempa bumi, likuefaksi atau fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat getaran gempa, hingga tanah longsor dan banjir bandang.
Dan yang terbaru, selain menyerahkan APD kepada IDI Pusat di Jakarta, instruksi presiden partai Sohibul Iman juga diikuti seluruh Fraksi PKS di berbagai daerah untuk mendonasikan gajinya dalam upaya membantu penanganan Covid-19.
Di luar manuver partai yang terkadang dinilai minor oleh publik, nyatanya konsistensi itulah yang membuat reputasi PKS menjadi positif kala penanganan bencana dibandingkan parpol lainnya. Berangkat dari pada itu, di antara partai politik lain, hanya PKS yang sampai saat ini berhasil membangun citra dan dinilai menghadirkan esensi keberadaan parpol bagi kemaslahatan rakyat tidak hanya ketika “ada maunya”.

Modal 2024?

Terlalu naif memang jika melihat kredibilitas sebuah parpol hanya sebatas eksistensi “relawan” kala bencana. Namun pada aspek lain, PKS juga dinilai memiliki potensi besar menjadi partai yang suatu saat akan berjaya di Indonesia.
Survei Indo Barometer mengenai parpol pilihan publik pada Februari lalu misalnya, melejitkan PKS ke empat besar, padahal pada Pemilu Legislatif nasional 2019 lalu sendiri hanya ada di peringkat tujuh. Dengan presentase 7,8 persen, PKS berada di bawah PDIP, Gerindra dan Golkar.

Indikator yang digunakan dalam survei yang melejitkan pamor PKS tersebut juga dinilai relevan dengan core dari partai berlambang bulan sabit dan padi itu. Selain dianggap paling islami, indikator suportif lainnya ialah kerja partai yang bermanfaat untuk masyarakat atau dekat dengan rakyat, di mana PKS telah secara konsisten hadir ketika masyarakat membutuhkan, utamanya ketika terjadi bencana.
Terlebih ketika pengamat politik Universitas Padjajaran, Muradi mengatakan bahwa PKS bisa “panen” di pemilu 2024. Dengan konsistensi sebagai partai di luar pemerintahan, PKS punya modal besar mengulang suksesnya buah konsistensi PDIP di periodenya sebelum berkuasa.
Ada tiga hal menurut Muradi yang akan membuat PKS berjaya yaitu political endurancepolitical cost, serta delivery issue. Meskipun secara cost dinilai terbatas, namun endurance PKS telah teruji ketika tidak lolos Parlementary Treshold pada 1999 dan bangkit pada pemilu berikutnya. Sementara dari delivery issue, sebagai partai di luar pemerintahan, PKS dinilai semakin punya banyak “bahan” saat ini.
Berdasarkan survei dan analisis tersebut tersebut, paling tidak terdapat tiga hal yang esensial jika konsistensi dipertahankan oleh PKS, yang mana itu akan berdampak besar di 2024.
Pertama, reputasi dekat dengan masyarakat kala bencana dan situasi sulit harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Kedua, konsistensi, peran, serta gestur yang elegan harus terus ditampilkan PKS sebagai partai di luar pemerintahan dengan sering mengekspos kritik yang sejalan dengan aspirasi publik.
Terakhir, ceruk tren hijrah masyarakat yang kian besar juga bisa dimanfaatkan PKS jika berkaca pada survei Indo Barometer tadi.
Merefleksikan potensi PKS dengan manuvernya dibanding partai lain kala pandemi Covid-19 ini tentu akan membuat persaingan serta proses menuju Pemilu 2024 menjadi sangat menarik. Terlebih jika berbicara adanya sosok baru yang dipastikan akan menjadi pemimpin berikutnya di negeri ini pada tahun yang sama. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)


📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Jadi Satu-satunya Partai Oposisi yang Lantang Ke Penguasa, Mampukah PKS Berjaya di 2024 ?



Selengkapnya

Dulu Tenar & Banyak Harta, 5 Artis Ini Berubah Total! Ada yang Jadi Petani & Wafat di Kos-kosan

  Yes    Muslim    - Menjadi artis terkenal dan kaya di jamannya, tak disangka nasib akhir lima artis ini justru menyedihkan.
Pepatah mengatakan di dunia ini memang tidak ada yang abadi, termasuk kejayaan dan kekayaan para artis.
Saat namanya bersinar, kehidupan artis begitu berhasil membuat banyak orang iri.
Namun siapa sangka, jika kariernya telah meredup, banyak artis seolah ditinggalkan dan mulai tak digemari lagi.


Kisah hidup lima artis inilah buktinya.
Sejak namanya tak lagi bersinar di dunia hiburan, kelima artis ini harus berjuang keras untuk melanjutkan hidupnya.
Bahkan ada yang rela banting stir menjadi seorang petani demi memenuhi kebutuhan.
Tak hanya itu, ternyata ada pula artis yang akhir hayatnya justru ditemukan meninggal dunia di sebuah kost-kosan.
Penasaran siapa sajakah artis yang kini harus menjalani hidupnya sebagi orang biasa?
Dilansir TribunStyle.com dari fotokita,grid.id, inilah akhir karier lima artis yang pernah berjaya di masanya.
1. Bobby Joseph





Masih ingat dengan Bobby Joseph lawan main Rachel Amanda?
Bobby Joseph kala itu memiliki karier cemerlang saat membintangi sinteron Candy.
Parasnya yang tampan membuat Bobby Joseph digilai banyak kaum hawa.
Sayangnya setelah banyak artis pendatang baru muncul, Bobby Joseph justru tersisih.
Ia pun kini lebih banyak berjualan hingga menjadi driver ojek.
Ia juga mengaku berjualan roti dan nasi bakar di pinggir jalan.
"Iya, awalnya saya mobil online, terus ke ojek online. Ngapain malu Mas, malu enggak makan Mas. Saya aja masih jualan di pinggir jalan Mas," ungkap Bobby.
Tak hanya itu, ia juga ternyata berjualan jersey langsung dari artis satu ke artis lainnya atau dengan istilah marketingnya yaitu door to door.
"Iya kemarin saya jualan jersey, kaos bola gitu. Saya jual ke teman-teman artis juga ada Baim Wong, Nikita Willy dan yang lainnya," sambung Bobby Joseph.
2. Ken Ken Wiro Sableng


Masih ingat dengan Wiro Sableng, film yang bercerita soal pemuda yang memberantas kejahatan dengan gaya kocak?
Jika pernah menonton serial 'Wiro Sableng', pasti sudah tidak asing dengan para pemainnya.
Nama Ken Ken menjadi nama yang paling populer saat memerankan tokoh Wiro Sableng.
Namun, kepopulerannya tidak berlangsung lama.
Kini, Ken Ken Wiro Sableng menjalani hidup yang sangat berbeda dengan kehidupannya kala itu.
Kehidupan Ken Ken Wiro Sableng berubah drastis setelah terlibat skandal bersama wanita dan menjadi pengguna narkoba.
Kini untuk menyambung hidup Ken Ken Wiro Sableng memilih untuk menjadi seorang petani di desanya.
Meski begitu, kini dirinya mengaku lebih bahagia dengan kehidupannya sekarang.

3. Andita Lela Karlita

Hidup artis cantik yang dulu wajahnya kerap menghiasi serial FTV pun ikut berubah drastis.
Tak mampu bersaing di kota metropolitan, Andita Lela Karlita memilih pulang ke kampung halaman.
Andita Lela Karlita akhirnya pulang ke Nganjuk kota asalnya.
Nama besarnya di Jakarta menghilang setelah Andita Lela Karlita menjadi seorang penjual kopi di sebuah warung sederhana.
4. Aminah Cendrakasih, Pemeran Mak Nyak

Sosok Aminah Cendrakasih dalam serial Si Doel Anak Sekolahan nampaknya sudah tidak asing lagi.
Aktingnya yang khas dan kecantikannya yang natural membuat Aminah Cendrakasih begitu terkenal di masanya.
Sayangnya, di akhir hayatnya, wanita yang akrab disapa Mak Nyak ini justru terbaring lemah di ranjang.
Di masa tuanya, pemeran ibunda Rano Karno ini harus mengalami kebutaan akibat menderita penyakit glukoma.
Tak hanya itu kesulitan ekonomi juga dirasakan oleh lawan main almarhum Benyamin Sueb ini.
5. Bambang Triyono, Kentung di Tuyul dan Mbak Yul

Kentung pasti begitu familiar oleh generasi 90-an.
Tak ada yang tahu, ia menghabiskan masa tuanya di DIY.
Ia menderita stroke dan dalam kondisi yang sakit ia justru di cerai oleh istrinya.
Setelah berpindah dan luntang-lantung, Bambang ditemukan oleh Dinas Sosial di DIY.
Ia disewakan kos di Sleman karena tidak memungkinkan untuk dibawa ke panti jompo karena usianya masih 58 tahun.
Di kos itu, kondisinya begitu memprihatinkan.
Ia bahkan harus menggelindingkan badan bila ingin berpindah tempat.
Anaknya jarang mengunjungi, hanya Dinas Sosial yang terus memantau keadaannya.
Sampai akhirnya tahun 2015 ia meninggal karena penyakit yang dideritanya. (TribunStyle.com/Octavia Monalisa)

📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Dulu Tenar & Banyak Harta, 5 Artis Ini Berubah Total! Ada yang Jadi Petani & Wafat di Kos-kosan



Selengkapnya

Mendikbud, Nadiem: Pembelajaran Jarak Jauh Nantinya akan Jadi PERMANEN

  Yes    Muslim    - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi Covid-19. Saat ini, Kemendikbud tengah menyiapkan kurikulum PJJ dan modul pembelajaran.
"PJJ nantinya akan menjadi permanen, tidak hanya pada saat pandemi Covid-19 saja," ujar Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis (2/7).


Nadiem menjelaskan, pemanfaatan teknologi akan menjadi hal yang mendasar dalam pembelajaran. Penerapannya pun tidak hanya PJJ, tetapi juga dengan model hibrid. Pemanfaatan teknologi memberikan kesempatan bagi sekolah untuk melakukan berbagai macam kegiatan belajar.
Nadiem mengatakan pandemi Covid-19 telah memberikan kesempatan pada dunia pendidikan untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi. Meski pada penerapannya saat ini masih mengalami banyak kekurangan, seperti kecakapan guru hingga infrastruktur, seperti ketersediaan internet dan listrik.
Meskipun demikian, lanjut dia, baik guru maupun orang tua dapat beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. Saat ini, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ.
Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu.
Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar.
"Jadi ada satu tim khusus di bagian tim Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) kita yang sedang merumuskan bagaimana kita mereformat atau melakukan berbagai macam perubahan pada kurikulum dan asesmen kita selama masa PJJ ini," kata Nadiem.

photo

Corona mengintai di sekolah (ilustrasi) - (republika)
Salah satu provinsi yang masih memperpanjang masa PJJ adalah DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan dimulainya tahun ajaran baru di Jakarta pada 13 Juli 2020 dengan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah dan tidak secara tatap muka di sekolah.
"Terkait dengan sekolah belum akan ada rencana pembukaan sekolah, kita masih memantau perkembangan wabah," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (1/7).
Menurut Anies, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan evaluasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1. Di mana hasilnya, anak-anak masih sangat rentan tertular Covid-19.
"Dengan kondisi ini sekolah belum akan dibuka meskipun tahun ajaran akan mulai tanggal 13 Juli mulai tapi mulainya masih di dalam pembelajaran jarak jauh jadi sekarang kita awal tahun barunya masih tetap di rumah," terang Anies.

photo

Infografis Survei Orang Tua Khawatir Jika Sekolah Dibuka Kembali - (Infografis Republika.co.id)
Artikel Asli





📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Mendikbud, Nadiem: Pembelajaran Jarak Jauh Nantinya akan Jadi PERMANEN



Selengkapnya

Kehebatan Drone Turki, Sejarah dan Ambisi Masa Depan

  Yes    Muslim    - Biar paham, mengapa Erdogan (saat itu menjadi Perdana Menteri) berkunjung ke Israel dan berjumpa dengan seluruh pejabat teras Israel.

Ternyata, tujuan utamanya: membeli 6 drone Israel yang ketika itu, AS melarang Turki mengimpor drone dari manapun.




Cerdasnya Erdogan, ia belanja 6 buah dari Israel dan AS diam. Liciknya Israel, keenam drone itu hanya bisa dioperasikan tim IT Israel.

Drone Israel rusak, harus diservis bertahun-tahun. Israel licik, iya. Turki berang.

Kemarahan Turki, diejawantahkan dalam spirit: "Kita dilarang membeli drone. Kalau begitu, kita akan buat", tegas PM Erdogan.

Lahirlah drone Turki gen-1, gen-2, gen-3. Dari drone biasa hingga jadi drone tempur super canggih.

Si Jenius dibalik drone Turki adalah Selcuk Bayraktar, yang tak lain menantu Erdogan.



Simak video selengkapnya (subtitle Indonesia):




📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Kehebatan Drone Turki, Sejarah dan Ambisi Masa Depan



Selengkapnya

Erdogan: Tidak ada negara atau bangsa yang faqir, kecuali Qatar menjadi donatur

  Yes    Muslim    -  DOHA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah tiba di Qatar untuk pertemuan dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Kamis (2/7/2020).

Ini adalah perjalanan luar negeri pertama presiden Turki sejak awal pandemi coronavirus.

Sebuah pernyataan oleh Direktorat Komunikasi Turki pada hari Kamis mengatakan para pemimpin kedua negara akan bertukar pandangan tentang masalah regional dan internasional.

Di antara delegasi Turki yang menemani sang presiden dalam kunjungan sehari penuhnya adalah Menteri Keuangan Berat Albayrak, Menteri Pertahanan Hulusi Akar dan Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin dan kepala Organisasi Intelijen Nasional Hakan Fidan.




Ankara dan Doha telah menikmati hubungan yang kuat, khususnya sejak krisis Teluk meletus pada 5 Juni 2017, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memberlakukan blokade terhadap Qatar dan memutuskan hubungan diplomatik.

Negara-negara yang memblokade menghentikan banyak ekspor vital ke Qatar, termasuk pasokan makanan pokok. Untuk menghindari kemungkinan kekurangan makanan, Turki mengirim pesawat kargo yang penuh dengan barang-barang makanan penting ke Qatar dalam waktu kurang dari 48 jam setelah dimulainya blokade.

Pada 2016, ketika ratusan orang terbunuh dalam kudeta yang gagal di Turki, emir Qatar adalah pemimpin dunia pertama yang menghubungi Erdogan dan menyatakan dukungan kepada pemerintahnya.

Kedua negara juga telah memperkuat hubungan militer, dengan Turki mempertahankan pangkalan militer di Qatar sejak 2015 - dan pasukan kedua pihak melakukan latihan militer bersama dalam beberapa tahun terakhir.

"Syaikh Tamim, pemimpin muda, efektif. Tidak ada negara atau bangsa yang faqir, kecuali Qatar menjadi donatur," kata Presiden Erdogan dalam pertemuan itu.

"Pada kesempatan kunjungan Presiden Erdogan, kami mencatat dengan kepuasan kedalaman hubungan antara Qatar dan Turki, dan kami mengingat lingkungan geografis dan warisan budaya bersama antara orang-orang Arab dan Turki, yang menjalin kerja sama yang konstruktif dalam pengembangan dan stabilitas wilayah kami, dan kontribusi terpadu untuk kemajuan semua umat manusia," kata Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di akun twitternya.

"Pada kesempatan kunjungan Presiden Erdogan, kami mencatat dengan kepuasan kedalaman hubungan antara Qatar dan Turki, dan kami mengingat lingkungan geografis dan warisan budaya bersama antara orang-orang Arab dan Turki, yang menjalin kerja sama yang konstruktif dalam pengembangan dan stabilitas wilayah kami, dan kontribusi terpadu untuk kemajuan semua umat manusia," kata Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di akun twitternya.




📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Erdogan: Tidak ada negara atau bangsa yang faqir, kecuali Qatar menjadi donatur



Selengkapnya

Berbagai Cara “Mengetuk Pintu Langit” Agar Rezeki dari Allah Mengalir Deras

  Yes    Muslim    - Ada yang mengetuk pintu langit dengan cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa yang rutin dia lakukan

Ada orang yang ngundang rezeki dengan cara mencium punggung tangan ibunya, lalu minta didoakan
Ada yang mengundang rezeki, tiap pekan dia datangi anak-anak Yatim, diusap2 kepalanya, dibelikan sesuatu untuk keperluan mereka, sebagaimana yang telah diajarkan Nabi kita..
Ada yang ngundang rezeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja
Ada orang yang ngundang rezeki, tiap malam jumat dia membagi makanan kepada 100 orang yang tidur di Jalanan..
Sehingga doanya tembus kelangit!
Ada orang yang ngundang rezeki, tiap setelah sholat subuh dia tidak tidur dia ber istigfar 100 kali & tadarrus Al quran hingga terbit fajar, lalu menatap langit langsung, mengangkat tangan, & Nembus langsung Fastabiqulkhoi
Ada yang mengundang rezeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan
Ada yang ngundang Rezeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan.. Karena ia Yakin Tuhannya MAHA KAYA
Ada yang ngundang rezeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka
Ada yang ngundang rezeki, tiap jum’at dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yang dia berikan ke orang lain, tiap tetes keringatnya penuh pahala




Ada yang mengundang rezeki dengan memperbaiki jadwal sholat 5 waktunya berjamaah di masjid & ALLAH pun memudahkan segala urusannya
Ada yang ngundang rezeki, tiap pagi dia sholat dhuha & berdoa, ketika orang lain sdh sibuk dia memilih menghadap langsung ke Penciptanya
Ada yang tiap 1/3 malam dia bangun sholat tahajud berbisik pada bumi dan terdengar dilangit, ALLAH ridho maka hidupnya pun dilimpahi keberkahan
Ada yang ngundang REZEKI dengan cara MENANAM POHON dan mengkampanyekannya agar semua MAKHLUK BUMI bisa menikmati OKSIGEN & mengurangi CO²
Rezekimu bukan dari Bossmu atau pelangganmu, Tapi dari ALLAH
Undang rezeki datang dengan cara2 yang ALLAH Ridhoi
Orang yang yakin ALLAH MAHA KAYA, dia gak pernah takut kelaparan.. dia gak pernah takut.. dan gak pernah ragu!
Mau jalan manakah yang kita pilih untuk mengundang rezeki?
Lakukanlah tanpa ada rasa ragu.
MAN JADDA WA JADA..
Ikhlaskan Insya ALLAH…
Semoga Bermanfaat dan bisa kita amalkan, Aamiin





📢 Republished byYesmuslim.info ] 


Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Berbagai Cara “Mengetuk Pintu Langit” Agar Rezeki dari Allah Mengalir Deras



Selengkapnya

Artikel Terkait Lainnya

YesMuslim.Info

Portal Muslim Terupdate !





Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini